banner 728x250

2 Kapal Perintis Rute MBD Diusulkan Segera Beroperasi

  • Bagikan
Warga MBD
KM Sabuk Nusantara 71, kapal perintis rute MBD berhenti beroperasi pasca PPKM. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Sebanyak tujuh kapal perintis yang selama ini melayari rute antarpulau di Maluku belum kembali beroperasi.

Penghentian operasional tujuh kapal perintis di Maluku oleh PT Pelni bersama Kementerian Perhubungan menyusul penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama pandemi Covid-19.

“Sampai saat ini tujuh kapal perintis di Maluku belum bisa beroperasi,” kata Manager Operasional PT Pelni (Persero) Cabang Ambon, Muhamad Assagaff kepada sentraltimur.com via telepon seluler, Senin (16/8/2021).

Dia mengatakan, KSOP Ambon mengusulkan kepada PT Pelni agar dua kapal perintis rute kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), yakni KM Sabuk Nusantara 71 dan Sabuk Nusantara 81 bisa segera beroperasi melayani masyarakat.

“Usulannya sudah ditindaklanjuti ke pusat  nanti diputuskan di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, kalau usulan diterima ya bisa beroperasi lagi,” ungkapnya.

Tujuh kapal perintis yang masih dilarang berlayar itu bersandar di Ambon, Saumlaki dan Ternate. “Yang homestay di Ambon itu ada lima, satu di Saumlaki dan satu di Ternate,” kata Muhamad.

Dia mengakui keberadaan kapal perintis di Maluku menjadi andalan bagi masyarakat khususnya yang mendiami wilayah pulau-pulau di Maluku. Namun selama PPKM berlangsung pengoperasian dihentikan sementara.

“Itu bukan hanya di Maluku saja tapi penghentian operasional ini juga di seluruh Indonesia, dan ini bukan keinginan Pelni tapi kita ikuti aturan pemerintah,” katanya.

Dia berharap usulan pengoperasian kedua kapal tujuan MBD itu disetujui Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan sehingga bisa melayani masyarakat.

“Tentu harapan kita dua kapal ini bisa segera beroperasi lagi untuk membantu melayani masyarakat di pulau-pulau,” kata Muhamad. (MMS)

Penulis: MEHMET SALAHUDINEditor: REDAKSI
  • Bagikan