banner 728x250

5 Orang Gangguan Jiwa Diisolasi di Ruang Covid-19, 1 Meninggal

  • Bagikan
Rumah sakit khusus daerah milik Pemerintah Provinsi Maluku di kawasan Passo, Kota Ambon. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Empat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pasien rawat inap diisolasi di ruang covid-19 Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Kota Ambon akibat terpapar virus corona jenis baru.

“Tercatat lima pasien ODGJ terkonfirmasi positif Covid-19, satu pasien meninggal dunia pada 16 Juni 2021, sisanya empat pasien saat ini dirawat di ruang isolasi Covid-19,” kata Kepala Seksi Keperawatan RSKD provinsi Maluku Ibiham Samiun, Kamis (17/6/2021).

Empat pasien ODGJ yang dirawat saat ini masing-masing dua orang perempuan dan dua laki-laki.

“Satu orang pasien ODGJ terkonfirmasi positif meninggal dunia pada Selasa (15/6), pasien tersebut merupakan pasien terlama di RSKD yakni kurang lebih 30 tahun. Jenazah diserahkan ke tim gugus tugas untuk dilakukan pemakaman secara protokol Covid-19,” katanya.

Dia mengatakan, awalnya satu pasien asal negeri Kailolo menjalani perawatan di RSKD dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan tes cepat antibodi.

Ibiham menjelaskan prosedur di RSKD. Pasien yang masuk RSKD harus menjalani tes cepat antibodi jika hasilnya positif, dimasukkan ke ruang isolasi Covid-19 sambil menunggu pemeriksaan swab PCR.

“Jika hasilnya negatif boleh gabung dengan pasien lain di ruang perawatan,” ujar Ibiham.
Dijelaskan, pasien saat pertama kali masuk RSKD pada 2 Juni 2021 dilakukan tes cepat hasilnya negatif, kemudian pasien bergabung dengan lainnya di ruang perawatan.

Selanjutnya 5 Juni 2021 dilakukan tes swab hasilnya positif, sementara pasien telah melewati dua ruangan sehingga dilakukan pemeriksaan untuk petugas dan pasien yang pernah kontak dengan pasien tersebut.

“Sehingga kasus ini kemungkinan besar dimulai dari pasien tersebut,” tukasnya.

Semua pasien dan petugas kesehatan, kata Ibiham telah dilakukan pemeriksaan swab, juga telah menjalani vaksinasi, dan seluruh ruangan di RSKD juga telah dilakukan penyemprotan desinfektan.

Pada Juli 2020 satu pasien ODGJ terkonfirmasi positif Covid-19, kemudian dirujuk ke RS rujukan di Kota Ambon.

Satu pasien lagi pada Desember 2020 menjalani perawatan di RSKD karena saat itu RSKD telah ditetapkan sebagai RS rujukan untuk pasien jiwa.

“Total pasien ODGJ yang dirawat saat ini sebanyak 20 orang, yakni 12 laki-laki dan delapan perempuan,” kata Ibiham. (ANT/RED)

  • Bagikan