banner 728x250

Anggota DPRD SBT Desak Pemkab dan Balai Sungai Bangun Talud Pantai

  • Bagikan
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Gelombang tinggi yang menerjang desa-desa di pesisisr pantai Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku masih terus berlangsung hingga Selasa (1/6/2021).

Kejadian yang telah berlangsung lebih dari sepekan itu sebelumnya telah menyebabkan  ratusan rumah warga terendam dan sejumlah rumah warga lainnya rusak.

Rumah-rumah warga yang terendam dan sebagiannya rusak itu tersebar di desa-desa pesisir di Kecamatan Pulau Teor, Pulau Gorom, Kesui, Watubela dan beberapa kecamatan lainnya.

Meski begitu pemerintah kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pun pemerintah Provinsi Maluku dan instansi terkiat lainnya tidak juga turun tangan membantu warga yang tertimpa musibah.

Menanggapi kejadian itu, Anggota DPRD SBT Sius Kolatfeka meminta Pemkab SBT agar segera mengambil langkah untuk membantu warga di sejumlah desa yang terkena dampak kejadian tersebut.

“Pemkab harus lebih tanggap, minimal turun ke lapangan dan memberikan bantuan tanggap darurat,” kata Sius dihubungi dari Ambon, Selasa (1/6/2021).

Dia katakan, banyak desa pesisir di SBT terdampak gelombang tinggi hingga ada yang rusak. Di Kecamatan Teor, kata Sius, empat desa dan satu dusun rumah warga setiap hari diterjang gelombang tinggi.

“Di Kecamatan Pulau Teor termasuk terparah. Empat desa yang terdampak, ada desa Mamur, Kampung Baru, Werfaf Kampung Tengah Desa  Lapan Kampung Jawa dan satu dusun,” ungkap anggota parlemen daerah pemilihan Pulau Teor ini.

Pemerintah harus melakukan tindakan nyata dan turun ke lapangan agar warga tidak merasa ditinggalkan.

Kondisi cuaca buruk disertai gelombang tinggi telah mengancam rumah warga yang umumnya tinggal di pesisir,

Selain di Pulau Teor kondisi serupa juga terjadi di Kecamatn Pulau Gorom, Seram Timur, Kesui dan Kecamatan Kian Darat.

“Bukan di Teor saja ada beberapa desa pesisir di kecamatan lain juga terdampak dan sejumlah rumah warga rusak, karena memang  banyak sekali kampung yang belum dibangun talud penahan ombak,” katanya.

Menurutnya Pemkab SBT, Pemprov Maluku dan Balai Sungai Wilayah Maluku membantu warga di desa-desa tersebut dengan segera membangun talud penahan ombak di bibir pantai.

“Itu karena desa-desa di sana banyak yang belum ada talud sehingga sangat rawan. Kami minta agar segera dibangun, dan untuk sementara ini agar bantuan tanggap darurat dulu,” ujarnya.

Dia sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD SBT menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut untuk segera memberikan bantuan tanggap darurat.

“Dan khusus buat Balai Sungai segera melihat persoalan ini sehingga masyarakat tidak merasa ditinggalkan,” pintanya. (MMS)

  • Bagikan