banner 728x250

Areal Pemakaman Disapu Ombak, Warga Haya Desak Pemda Malteng Bangun Talud

  • Bagikan
Warga Desa Haya, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah menggali makam untuk dipindahkan akibat diterjang gelombang, Minggu (30/5/2021). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

MASOHI, SENTRALTIMUR.COM – Gelombang tinggi yang terjadi sepekan terakhir menerjang pemakaman yang berada di pesisir pantai Desa Haya, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah.

Deretan makam di bibir pantai tersapu ombak akibat tidak adanya talud di areal tempat pemakaman umum di desa tersebut.

“Kerangka manusia tak lama lagi akan berserakan di bibir pantai dan menjadi pemandangan menyeramkan,” kata Taufik Kadafi Namakule, warga desa Haya kepada sentraltimur.com, Senin (31/5/2021).

Taufik satu dari sekian warga Haya yang terpaksa memindahkan kerangka ibu kandungnya yang telah dimakamkan di pekuburan itu selama 10 tahun.

Mencegah gelombang menerjang hingga areal pemakaman, warga Haya mendesak Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah membangun talud penahan ombak di sepanjang areal pemakaman yang berada di bibir pantai.

“Menghormati warga kami yang telah lebih dulu meninggal, dan juga untuk kebaikan warga yang rumahnya dekat dengan bibir pantai, pembangunan talud menjadi kebutuhan mendesak,” kata Taufik yang juga jurnalis ini.

Menurutnya pembangunan talud merupakan kewajiban Pemda Malteng. “Ingat (pembangunan talud) bahwa ini adalah tugas dan tanggungjawab Pemda Malteng,” tegasnya.

Taufik menambahkan sejumlah talud yang baru dibangun di desa Haya rusak diterjang ombak. Menurutnya pembangunan talud asal-asal mengabaikan kualitas, diduga dikerjakan tidak sesuai bestek.  

“Terakhir, saya berbicara dengan kapasitas sebagai pemilik media online, bahwa kami juga akan melakukan investigasi jurnalistik beberapa talud yang rusak, sehingga beberapa makam telah dipindahkan,” kata Taufik. (YAN)

  • Bagikan