banner 728x250

Bandara Pattimura Belum Terapkan Layanan PCR, Ini Penyebabnya

  • Bagikan
PT Angkasa Pura I cabang Bandara Pattimura Ambon memperketat pengawasan dan meningkatkan kebersihan selama pandemi Covid-19 di areal bandara. (FOTO: ANTARA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Manajemen PT Angkasa Pura Cabang Bandara Internasional Pattimura Ambon belum menerapkan layanan pemeriksaan polymerase  chain reaction (PCR) terhadap pelaku perjalanan karena belum miliki peralatan.

“Dalam kawasan bandara sendiri kita sampaikan sekarang yang sudah berjalan adalah rapid antigen yang bekerjasama dengan RS Bhakti Rahayu, dan petugasnya ada di sebelah halaman parkir bandara,” kata Menejemen PT Angkasa Pura Bandara Pattimura Arifani, Rabu (11/8/2021).


Tetapi untuk layanan PCR di Bandara Pattimura belum bisa dilaksanakan untuk pelaku perjalanan.


Penjelasan Arifani juga telah disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Sub Tim 1 Pengawasan Covid-19 DPRD Provinsi Maluku terkait keluhan pelaku perjalanan di Bandara Pattimura Ambon untuk persoalan rapid antigen dan PCR.


Dia katakan, baru enam bandara di Indonesia menerapkan layanan PCR, yakni Bandara Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok, Bandara Semarang dan Solo, serta Bandara Hasanuddin Makassar.


“Jadi untuk enam bandara ini memang sudah ada pelayanan PCR bagi pelaku perjalanan di dalam kompleks bandara,” ucap Arifani.

Angkasa Pura sudah berkoordinasi dengan manajemen RS Bhakti Rahayu, namun tidak punya alatnya, kecuali RS Siloam.

“Sehingga kita tidak melaksanakan pemeriksaan PCR di dalam lokasi bandara,” katanya.

Menurutnya vaksinasi massal di lobi Bandara Pattimura memang sudah. Ketentuan PCR kata dia, sesuai ketentuan Instruksi Mendagri nomor 32 tahun 2021 minimal dilakukan H-2 bagi setiap calon penumpang yang akan melakukan perjalanan.


Made Dwipayana dari Airport Operation menjelaskan, terkait PCR, Instruksi Mendagri menentukan persyaratan perjalanan untuk PPKM level III dan IV harus wajib PCR pada H-2 untuk setiap pelaku perjalanan.

“Kami dari pihak bandara juga merasa kebingungan, karena di wilayah Maluku untuk pelaku perjalanan dari Kota Ambon menuju Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar misalnya bila mengikuti aturan PPKM level III maka wajib di PCR,” jelas Made.

Namun dari Dinas Kesehatan hanya mengizinkan wajib rapid antigen bagi setiap pelaku perjalan di wilayah Maluku. Padahal sudah seharusnya untuk status PPKM level III wajib dilakukan PCR. (ANT/RED)

  • Bagikan