LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) memastikan arah kebijakan belanja dan pembiayaan daerah pada tahun anggaran 2024 difokuskan untuk memperkuat stabilitas fiskal.
Demikian disampaikan oleh Wakil Bupati Malra Charlos Viali Rahantoknam pada rapat paripurna DPRD Malra di ruang sidang utama, Rabu (9/7/2025).
Pertanggungjawaban yang disampaikan yaitu Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, dan Laporan Arus Kas (LAK). “Kami hadir untuk menyampaikan laporan keuangan pemerintah daerah sesuai amanat perundangan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap tata kelola keuangan yang akuntabel,” ujar Charlos.
Seluruh dokumen tersebut telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-10 kalinya berturut-turut.
Dokumen ini diserahkan kepada DPRD pada 27 Juni 2025, tepat sebulan setelah hasil audit diterima. “Semua proses dilakukan tepat waktu agar tahapan pembahasan berjalan efektif dan sesuai aturan,” jelasnya.
Belanja daerah tahun 2024 ditetapkan sebesar Rp 993,46 miliar dan berhasil direalisasikan Rp 926,95 miliar atau setara 93,3 persen dari total anggaran. Tingginya tingkat realisasi ini mencerminkan efisiensi penggunaan anggaran serta pelaksanaan program yang berjalan sesuai prioritas dan kebutuhan daerah.
Belanja operasi mendominasi alokasi anggaran dengan realisasi Rp 632,96 miliar dari pagu Rp 667,41 miliar. Penggunaan anggaran ini meliputi belanja pegawai, barang dan jasa, serta pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan.
Sementara itu, belanja modal untuk pembangunan fisik terealisasi Rp 104,47 miliar dari target Rp 116,69 miliar. Belanja tak terduga mencapai Rp 2,13 miliar, sedangkan transfer ke desa serta lembaga lainnya sebesar Rp 187,38 miliar.
Dari sisi pembiayaan, Pemkab Malra mencatat pembiayaan netto sebesar Rp36,26 miliar yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun sebelumnya. “Setelah menutup defisit sebesar Rp 26,16 miliar, sisa Silpa akhir tahun 2024 tercatat sebesar Rp 10,09 miliar,” sebut Charlos. (RED)




