banner 728x250

Bentrok Ongkoliong, Kapolda Minta Warga Aktifkan Siskamling

  • Bagikan
Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif angkat bicara kasus bentrokan warga di kawasan Ongkoliong, Batu Merah, kecamatan Sirimau, kota Ambon.

Bentrok di Ongkoliong terjadi pada Minggu (2/10/2022) sekira pukul 04.45 WIT. Dalam bentrokan itu seorang pegawai kantor Gubernur Maluku bernama Edwin Lessy (38) yang hendak melerai warga terlibat pertikaian menjadi korban.

Dia dibacok orang tidak dikenal dan menderita luka parah di bagian tangan dan belakang kepala. Korban menjalani perawatan medis di rumah sakit Bhayangkara Ambon.

Latif mengajak warga meningkatkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) untuk menjaga situasi kamtibmas.

“Menanggapi perkelahian warga yang terjadi di pagi-pagi buta, kami mengajak kepedulian perangkat pemerintah negeri dan masyarakat untuk kembali meningkatkan siskamling dan menjaga kamtibmas di wilayahnya masing-masing,” kata Latif di Ambon, Senin (3/10/2022).

Siskamling penting dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing. Dengan begitu diharapkan berbagai potensi kejahatan atau perkelahian dapat diminimalisir.

“Apabila ada kebiasaan warga yang berkumpul-kumpul tidak jelas, bahkan sampai larut malam dan dini hari seharusnya ditegur dan dibatasi. Sebelum jam 12 malam sebaiknya sudah dibubarkan,” katanya.

Pemerintah negeri lebih mengetahui warganya yang kerap berkumpul, bahkan sampai larut malam. Sehingga bisa dibatasi agar dapat mengurangi terjadinya potensi kejahatan. “Sebenarnya mereka tahu siapa-siapa saja warganya yang sering kumpul-kumpul tidak jelas sampai malam hari, bahkan sampai pagi hari. Hal itu yang sangat berpotensi terjadinya kejahatan,” ujar dia.

Menurutnya, kebiasaan berkumpul sampai larut malam akan disertai berbagai kegiatan tambahan seperti mabuk-mabukan, judi, hingga akhirnya terjadi aksi kekerasan. “Biasanya kalau sudah berkumpul akan muncul acara tambahan seperti mabuk-mabukan atau main judi. Akhirnya terjadi kekerasan bahkan penganiayaan, yang menimbulkan jatuhnya korban luka, bahkan bisa sampai menimbulkan korban jiwa,” ujar Latif.

Butuh Dukungan Masyarakat

Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga situasi kamtibmas, sehingga kerjasama dengan semua pihak terutama pemerintah negeri maupun masyarakat sangat dibutuhkan.

  • Bagikan