AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Maluku menggelar Open Turnamen Pangdam XV/Pattimura Cup tahun 2025.
Turnamen ini merupakan langkah untuk mencari atlet tenis meja terbaik menghadapi Pra PON. PON XXII akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2028.
Ketua Umum PTMSI Maluku Hong Arta Jhon Alfred mengatakan turnamen ini menjadi kesempatan bagi altet-atlet tenis meja di Maluku menunjukkan bakat terbaiknya. Kejuaraan ini juga menjadi peluang bagi PTMSI Maluku membidik bakat muda yang potensial.
Ajang olahraga bergengsi ini merupakan upaya PTMSI Maluku mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga khususnya tenis meja. “Turnamen ini menjadi momentum kebangkitan olahraga tenis meja di Maluku, agar kedepan atlet kita mampu bersaing dan meraih prestasi, mengharumkan nama daerah,” kata Alfred kepada pewarta di Ambon, Sabtu (3/5/2025).
Selain memupuk bakat anak muda Maluku, kejuaraan ini juga untuk memeriahkan HUT ke-68 Kodam XV/Pattimura. “(Open turnamen) ini atas kerjasama PTMSI Maluku dengan Kodam Pattimura karena itu kita namakan open turnamen Pangdam Pattimura Cup I tahun 2025,” katanya.
Turnamen tenis meja ini menindaklanjuti arahan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang menginginkan olahraga di Maluku dikembangkan agar mampu bersaing di level nasional. “Pak Gubernur dan Ketua KONI Maluku (Sam Lautonsina) punya semangat yang sama dalam mengembangkan prestasi olahraga. Kita mendukung itu dengan membuka kejuaraan tenis meja,” ujar Alfred.
Alfred berharap turnamen ini dapat menjadi pelecut semangat atlet maupun pecinta tenis meja di Maluku termasuk kalangan pelajar untuk bersaing dan mengukir prestasi.
Pendaftaran Open Turnamen Pangdam XV/Pattimura Cup tahun 2025 telah dibuka pada 2 – 8 Mei 2025. Kejuaraan akan berlangsung di gedung Baileo Slamet Riyadi Kodam XV/Pattimura, kota Ambon pada 9 – 13 Mei 2025.
Binpres PTMSI Maluku, Benjamin Goslsal menyatakan Maluku miliki cukup banyak pemain tenis meja yang potensial. Menurutnya jika mendapat pembinaan maksimal, bisa berbicara di kancah nasional.




