banner 728x250

BNN Maluku Tangkap 14 Pelaku, Sita Narkoba Senilai Rp 976,4 Juta

  • Bagikan
Kepala BNN Maluku, Brigjen Pol. Rohmad Nursahid menyampaikan keterangan pers penanganan perkara narkoba, Rabu (4/8/2021). (FOTO: ANTARA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku meringkus 14 pelaku penyalahgunaan dan pengedaran narkotika sejak Januari hingga Juni 2021.

Jumlah pelaku itu dari total delapan perkara narkotika. Belasan pelaku yang menyandang status tersangka itu kini menjalani proses hukum.

Dari delapan perkara itu, BNN Maluku menyita sabu-sabu seberat 161,83 gram, tembakau sintetis 21,4641 gram, dan ganja 3.263,62 gram.

Pelaku dan barang bukti yang diamankan tersebut merupakan hasil operasi BNN Maluku selama kurun waktu 6 bulan terakhir periode Januari-Juni 2021.

“Seluruh barang bukti itu senilai Rp 976,4 juta,” kata Kepala BNN Maluku, Brigjen Pol. Rohmad Nursahid saat konferensi pers, Rabu (4/8/2021).

Para tersangka mengenakan seragam tahanan warna biru ditampilkan pada jumpa pers di kantor BNN Maluku, kawasan Karpan, Ambon.

 
Belasan tersangka itu inisial GW. Dari penangkapan GW, BNN menyita barang bukti tembakau sintetis seberat 5.0880 gram. GW dibekuk pada 6 Februari 2021 di Desa Luhu, Kecamatan Huamual Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat.


Berikut SO, diciduk 28 Februari 2021 saat menjemput satu paket narkotika golongan satu jenis tembakau sintetis seberat 4,1777 gram di perusahaan jasa pengiriman barang di Kota Ambon.

Selanjutnya tersangka TAT, MFL, dan AHB. Ketiganya ditangkap di lokasi berbeda dan barang bukti tembakau sintetis.

Rohmad menyebutkan, AHB diamankan di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara. Dari AHB, disita ganja kering 105,76 gram.


Sedangkan tersangka IT, EP, IAT, RK, dan MJS merupakan komplotan pelaku yang dibekuk pada 6 April 2021.

Komplotan penjahat ini ditangkap di area kedatangan penumpang Bandara Pattimura Ambon. BNN mengamankan satu paket sabu seberat 41,5 gram.


“Para tersangka dijerat Pasal 111, Pasal 112, Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Rohmad.

Pengungkapan perkara narkotika oleh BNN Maluku atas kerja sama dan koordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Maluku, Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon, Kanwil Bea Cukai, dan PT Angkasa Pura.

Dia menyebutkan, sebagian besar tersangka yang ditangkap ini memesan barang haram itu melalui online.  Narkoba yang dipesan itu dikirim melalui perusahaan jasa pengiriman barang. (ANT/RED)

Penulis: ANTARAEditor: REDAKSI
  • Bagikan