banner 728x250

Bodewin Paparkan Perkembangan Ekonomi Kota Ambon

KOTA AMBON
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena memaparkan perkembangan ekonomi kota yang mencakup inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta angka kemiskinan.

Menurutnya informasi ini penting diketahui masyarakat terutama pelaku usaha agar dapat memahami kondisi terkini sekaligus mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Dia menyampaikan sejumlah perkembangan penting terkait kondisi ekonomi Kota Ambon dalam beberapa bulan terakhir inflasi dan angka kemiskinan menunjukkan tren menurun, namun pertumbuhan ekonomi masih menghadapi tantangan yang perlu diantisipasi bersama.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon merilis tingkat inflasi pada September 2025 tercatat sebesar 2,97 persen. Angka ini menurun dibandingkan bulan Agustus yang berada di posisi 3,38 persen.

Bodewin bilang penurunan inflasi dipengaruhi oleh turunnya harga ikan seiring membaiknya kondisi cuaca bagi nelayan. Namun demikian, harga transportasi, terutama udara, masih menjadi faktor penekan yang menghambat penurunan inflasi lebih signifikan.

“Kita masih berada di atas target inflasi nasional sebesar 2,5 persen. Ini jadi tantangan tersendiri bagi kita,” ujar Bodewin dalam rilisnya, Senin (6/10/2025).

Terkait pertumbuhan ekonomi, Pemkot Ambon mencatat adanya perlambatan. Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Ambon berada di angka 5,96 persen. Namun, pada triwulan II tahun 2025, angka tersebut turun menjadi 4,53 persen.

Penurunan ini dipengaruhi oleh efisiensi dan berkurangnya belanja pemerintah, yang turut mempengaruhi sektor riil. Dia menekankan pentingnya menjaga konsistensi belanja pemerintah agar bisa menjadi motor penggerak ekonomi. “Kami berharap sektor UMKM dan industri kreatif bisa terus berkembang, karena sektor ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di Ambon,” kata Bodewin.

Sementara itu, angka kemiskinan di Kota Ambon juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, tingkat kemiskinan berada di angka 5,13 persen. Di tahun 2025, angka tersebut menurun menjadi 4,34 persen.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram