Mobil tangki tersebut dapat digunakan tidak hanya untuk mendistribusikan air bersih, tetapi juga untuk membersihkan lingkungan dan rumah warga yang terdampak banjir dan material lumpur. Fungsi ini menjadi sangat penting mengingat Kota Ambon merupakan daerah yang rawan banjir dan longsor.
Dia juga menyinggung pengalaman penanganan banjir di kawasan Hati Kecil pada tahun sebelumnya, di mana BPBD bersama Pemkota Ambon harus mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk kendaraan sewaan serta dukungan TNI dan Polri, untuk membantu warga membersihkan lingkungan.
“Kehadiran mobil tangki ini menjadi jawaban atas kebutuhan yang selama ini kami hadapi di lapangan. Dengan kendaraan ini, respons penanganan darurat bisa dilakukan lebih cepat dan lebih efektif,” katanya.
Tatipikalawan menegaskan seluruh proses pengadaan dan pengiriman kendaraan dilakukan langsung oleh BNPB menggunakan dana APBN. “Tidak satu rupiah pun dari APBD Kota Ambon yang digunakan untuk hibah ini. Semuanya murni dari APBN. Karena itu, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat dan BNPB atas dukungan ini,” tegasnya.
Dengan adanya hibah mobil tangka, BPBD Kota Ambon diharapkan semakin siap dan sigap dalam menghadapi berbagai potensi bencana, meningkatkan kualitas pelayanan darurat, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, dapat terpenuhi secara lebih baik dan berkelanjutan.
Pemkot Ambon juga berharap sinergi dan koordinasi dengan BNPB serta instansi terkait lainnya terus diperkuat ke depan, guna membangun sistem penanggulangan bencana yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan masyarakat. (RED)




