AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Bupati Maluku Tengah (Malteng) Zulkarnain Awat Amir apresiasi program “Desaku Cakap Keuangan”.
Program itu digulirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku di Negeri Tial, kecamatan Salahutu, kabupaten Malteng, Senin (17/3/2025).
Program ini menandai komitmen OJK dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat desa. Program Desaku Cakap Keuangan diresmikan oleh Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath bersama Wakil Ketua Komite IV DPD RI program “Desaku Cakap Keuangan DPD RI Novita Anakotta, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir dan dan Kepala OJK Maluku, Andi Muhammad Yusuf.
Desaku Cakap Keuangan dirancang untuk memberdayakan masyarakat desa melalui edukasi yang komprehensif tentang produk dan layanan jasa keuangan, perencanaan keuangan yang bijaksana, serta kewaspadaan terhadap investasi dan pinjaman online ilegal.
Program ini bertujuan mendorong inklusi keuangan dan membangun ketahanan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan keuangan yang efektif, perlindungan asuransi, dan investasi yang tepat sasaran.
Peluncuran program ini disinergikan dengan Gerakan Pangan Murah Pemprov Maluku. Rangkaian acara dimulai dengan edukasi keuangan syariah dan pengenalan jasa keuangan oleh OJK dan lembaga jasa keuangan kepada 200 peserta masyarakat di Negeri Tial, dengan fokus khusus pada pelaku usaha mikro perempuan.
Bupati Malteng Zulkarnain Awat Amir menyampaikan apresiasi atas perhatian OJK dan dukungan Pemprov Maluku serta DPD RI dalam meningkatkan literasi dan akses keuangan masyarakat pedesaan. “Program Desaku Cakap Keuangan adalah inisiatif yang berdampak positif bagi masyarakat Negeri Tial. Kami berharap program ini terus didukung dan diikuti oleh seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Kepala OJK Maluku Andi Muhammad Yusuf menyampaikan program Desaku Cakap Keuangan merupakan wujud komitmen OJK dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan literasi keuangan. “Kegiatan ini adalah bagian dari realisasi Program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) dan GERAK Syariah Maluku 2025, yang bertujuan meningkatkan pemahaman Masyarakat terhadap layanan keuangan, termasuk keuangan Syariah,” jelasnya. (RED)




