banner 728x250

Catatan Perjalanan di Papua Barat

  • Bagikan
CATATAN PERJALANAN
M. Saleh Wattiheluw saat berada di Aimas, ibu kota kabupaten Sorong, Papua Barat. (FOTO: DOK. PRIBADI)
banner 468x60

SEPERTI ungkapan kata bijak “banyak berjalan banyak melihat” catatan perjalanan di bumi Papua Barat ini sebagai sisi lain yang diangkat sebagai refleksi dan telaah dari perjalanan dari berbagai informasi tentang perkembangan di bumi Papua, lebih khusus salah satu kabupaten yang dikunjungi, yaitu kabupaten Sorong.

Wilayah Aimas konon awal dihuni oleh para transmigran dari Jawa yang datang secara bertahap sejak tahun 1960-1970 hingga tahun 1985-an sebagaimana keterangan beberapa masyarakat yang ditemui. Artinya wilayah Aimas dihuni sekitar 55 % adalah masyarakat asal transmigrasi dan lainnya dari berbagai suku termasuk dari Maluku.

Sekarang wilayah (distrik) Aimas ini telah berubah menjadi satu kabupaten, yaitu kabupaten Sorong dengan ibu kota Aimas, terletak kurang lebih sekitar 25 Km arah selatan dari kota Sorong. Aimas merupakan pusat pemerintahan (ibu kota) kabupaten Sorong, Papua Barat. Jika diperhatikan dan diamati pengembangan kabupaten Sorong bertumpu pada sektor pertanian yang dikemas jadi agrowisata, pengembangan objek wisata alam serta objek wisata budaya ditopang Usaha Kecil Menengah (UKM). Semuanya memiliki prospek yang sangat menjanjikan di masa depan dalam mendorang salah satu sektor penerimaan yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Catatan ini memberikan satu kesan gambaran positif bahwa ketika satu wilayah diberikan kewenangan penuh menjadi satu daerah otonom, maka akan berdampak sangat besar terhadap aspek sosial ekonomi dan kemasyarakatan. Ini fakta empiris dan masyarakatnya sangat bersyukur atas pemekaran wilayah Aimas menjadi kabupaten dengan tidak menafikan kekurangan. Bahkan tak lama lagi akan dimekarkan jadi Provinsi Papua Barat Daya di dalamnya termasuk kabupaten Sorong.

  • Bagikan