banner 728x250

Dinas Ketahanan Pangan Maluku Sosialisasi B2SA di SBT

  • Bagikan
DINAS KETAHANAN
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar sosialisasi Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).

Sosialisasi dilaksanakan di Gedung aula Hotel Mutiara Bula, Kamis (9/11/2033).

Asisten III Setda SBT, M. Syafri Rumain membacakan sambutan Bupati SBT Abdul Mukti Keliobas. Sosialisasi ini memiliki arti penting dalam menjaga pola konsumsi pangan sehat kepada seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat ikut menumbuhkan kesadaran terhadap pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman dengan tujuan dapat meningkatkan kualitas hidup serta mendorong kreatifitas masyarakat pada umumnya khusunya dan dalam ibu-ibu rumah memilih, tangga menentukan, menyusun dan menciptakan menu B2SA sesuai potensi sumberdaya lokal.

“Penganekaragaman dan konsumsi pangan merupakan salah satu upaya yang terus dilakukan untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan unggul yaitu melalui perbaikan pola konsumsi pangan masyarakat menjadi lebih beragam, baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein juga sumber vitamin dan mineral,” kata Keliobas.

Konsumsi pangan berkualitas dapat diwujudkan apabila pola konsumsi makanan sehari-hari dilakukan secara tepat, mengandung zat gizi lengkap sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan jumlah yang berimbang antar kelompok pangan berdasarkan cita rasa, daya cerna, daya terima masyarakat dan kemampuan daya beli masyarakat. 

Sehingga pangan yang berkualitas konsumsi dapat mengatasi permasalahan gizi ganda yaitu kekurangan dan kelebihan gizi. Salah satu masalah kekurangan gizi yang saat ini menjadi perhatian pemerintah adalah masalah stunting yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak gagal tumbuh kembang untuk usianya.

Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, namun juga terhadap remaja putri yang merupakan calon ibu masa mendatang.

Menurutnya upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat perlu dicari solusinya, sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhan pangan masyarakat. (ANO)

Ikuti berita sentraltimur.com di Google News

  • Bagikan