banner 728x250

Dua Oknum Polisi Penjual Senjata ke KKB Dituntut 10 Tahun Penjara

  • Bagikan
Menampilkan para tersangka kasus penjualan senjata dan amunisi kepada KKB di Papua, Kapolresta Pulau Ambon Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang memberikan keterangan, Selasa (23/2/2021). (FOTO: IST)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Dua anggota Polri, San Herman Palijama alias Sandro (34) dan Muhammad Romi Arwanpitu alias Romi (38) dituntut 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (19/5/2021).

Kedua anggota Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease itu terlibat kasus penjualan senjata api dan amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

“Meminta majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada terdakwa San Herman Palijama dan terdakwa Muhamad Romi Arwanpitu selama 10 tahun penjara,” kata JPU Eko Nugroho membacakan tuntutannya dalam sidang yang berlangsung secara daring.

Kedua terdakwa  terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama, yakni menerima, menyerahkan, membawa, menguasai, menyimpan, menyembunyikan, mempergunakan  senjata api dan amunisi tanpa hak sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Pasal 338  jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun hal yang memberatkan kedua terdakwa karena perbuatan mereka telah meresahkan masyarakat. Terdakwa juga merupakan anggota Polri yang tidak sepantasnya melakukan tindakan yang merongrong negara.

“Sedangkan hal yang meringankan para terdakwa mengaku menyesal dan mengakui secara terus terang perbuatannya,” kata JPU.

Kasus penjualan senjata api ke KKB di Papua terbongkar setelah warga berinisial J ditangkap oleh aparat Polres Teluk Bentuni, Papua Barat, Rabu (10/2/2021).

Atas perintah Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri, Polda Maluku berkoordinasi dengan Polres Teluk Bentuni untuk menyelidiki kasus itu.

Lokasi transaksi pembelian tiga pucuk senjata api itu terjadi di Kota Ambon. J datang ke Kota Ambon untuk membeli tiga pucuk senjata api tersebut dari kedua terdakwa.

Setelah penyelidikan dilakukan, polisi menangkap kedua terdakwa yang merupakan anggota Polri tersebut di Kota Ambon.

Dalam kasus penjualan senjata api dan amunisi ke KKB tersebut, empat warga lainnya juga ikut terlibat dan telah disidangkan. (MMS)  

  • Bagikan