banner 728x250

Fraksi RAPN DPRD Malteng Soroti Arah Kebijakan Pembangunan Daerah

DPRD MALTENG
banner 468x60

MASOHI, SENTRALTIMUR.COM – Fraksi Restorasi Amanat Pembangunan Nasional (RAPN) DPRD Maluku Tengah mengapresiasi langkah cepat bupati menangani konflik warga desa Kabauw dan Kailolo, Pulau Haruku

Sekretaris Fraksi RAPN, Firdaus Tuharea mengatakan langkah ini menunjukkan komitmen Bupati Zulkarnain Awat Amir untuk menghadirkan keadilan dan perdamaian di Malteng.

“Kami mengapresiasi Bupati Maluku Tengah bersama Gubernur Maluku, Kapolda Maluku, dan Pangdam yang turun langsung ke dua negeri yang bertikai di Pulau Haruku, yakni Negeri Kabauw dan Negeri Kailolo,” kata Firdaus menyampaikan kata akhir fraksi RAPN di rapat paripurna RPJPD, Jumat (12/9/2025).

Selain apresiasi, Fraksi RAPN juga memberi beberapa catatan terkait arah kebijakan pembangunan Malteng ke depan dalam semangat Maluku Tengah Bangkit.

Fraksi RAPN menilai sejumlah masalah layanan hingga masalah pembangunan oleh pemerintah daerah perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan.

Pertama, soal pemerataan pembagunan sampai pada pelosok negeri atau desa, baik pembagunan infrstruktur maupun pembangunan manusia. Untuk itu Pemda Malteng bersinergi dengan pemerintah desa mengoptimalkan pemanfaatan, pengelolaan dan penyerapan Dana Desa untuk pembangunan desa.

Hal ini seiring dengan semangat Maluku Tengah Bangkit yang menjadi visi bupati dan wakil bupati Malteng. “Membangun Maluku Tengah dari negeri/desa dan semangat Undang-Undang Desa, yakni desa membangun Indonesia,” ujarnya.

Kedua, pemerintah diminta menghadirkan pelayanan publik yang efektif, efisien dan tentunya terjangkau pada gugus-gugus pulau di Malteng dengan melahirkan kecamatan baru.

“Terkhusus untuk Jazirah Leihitu, kami telah mengusulkan pembentukan dua kecamatan baru melalui paripurna dewan dan telah masuk dalam program pembuatan peraturan daerah,” tandasnya.

Fraksi RAPN meminta dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang maupun jangka menengah, Pemda Malteng memperhatikan persoalan kesehatan. “Terkhusus masalah yang terjadi di RSUD Masohi yang menjadi perhatian dan keresahan publik mulai dari kelangkaan obat-obatan sampai pada kesemerawutan menejmen rumah sakit. Semua ini harus dibenahi dalam rangka menghadirakan pelayanan kesehatan yang paripurna,” tegas Firdaus.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram