banner 728x250

Genjot Hasil Produksi, Pemkab Malra Salurkan Bantuan Pertanian

SALURKAN BANTUAN
banner 468x60

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Upaya Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara memperkuat sektor pertanian memberikan harapan bagi petani.

Penyerahan bantuan alat dan sarana produksi pertanian beberapa waktu lalu menjadi bukti komitmen Pemkab dalam mendorong peningkatan produktivitas komoditas unggulan daerah.

Program ini mendapat sambutan antusias dari kelompok tani penerima manfaat. Bantuan yang disalurkan meliputi alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, pupuk, mesin pompa air, dan berbagai sarana produksi lainnya.

Sejumlah kelompok tani dari Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Ohoinol, dan beberapa wilayah lain menerima bantuan tersebut sebagai bagian dari program percepatan pembangunan dan penguatan ketahanan pangan lokal.

Pemerintah menegaskan bahwa bantuan ini difokuskan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, memperluas kapasitas produksi, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Minimnya ketersediaan alsintan dan keterbatasan akses pupuk subsidi selama ini kerap menjadi hambatan bagi para petani dalam meningkatkan hasil produksi.

Ketua Kelompok Tani Menyala Abangku, Michael Sorbon menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima kelompoknya. “Kami sangat berterima kasih kepada Bupati karena telah memberikan alat besar dan alat kecil untuk pertanian di Kei Kecil Timur Selatan. Selain itu, kami juga menerima pupuk dan bibit cabai serta sayuran yang sangat membantu produksi kami,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Kelompok Tani Menyala Abangku yang fokus mengembangkan komoditas cabai merasakan langsung manfaat bantuan tersebut. Bantuan alsintan dinilai mampu menekan biaya operasional dan mempercepat proses pembajakan lahan. Selama ini hasil panen mereka bahkan dipasarkan hingga ke Timika dan Kaimana melalui jalur laut karena melimpahnya produksi yang belum terserap sepenuhnya oleh pasar lokal.

Sementara itu, Kelompok Tani Tamlar IV Ohoinol menerima bantuan berupa mesin pompa air, benih, obat-obatan tanaman, dan pupuk. Namun, kebutuhan alat pendukung untuk pengolahan lahan masih menjadi tantangan.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram