banner 728x250

Hina Ketua DPRD Maluku, Patrick Papilaya Jadi Tersangka Penyebar Ujaran Kebencian

  • Bagikan
PAPILAYA JADI
Pegawai honorer Patrick Papilaya dilaporkan Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun ke Ditreskrimsus Polda Maluku, Jumat (8/12/2023). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kasus dugaan ujaran kebencian yang dilaporkan Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun memasuki babak baru.

Penyidik sub direktorat siber Ditreskrimsus Polda Maluku menetapkan Patrick Papilaya, pegawai honorer Biro Umum Setda Maluku sebagai tersangka.

Benhur melaporkan Patrick ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku pada Jumat (8/12/2023) lalu.

Dalam laporan itu, Benhur melalui Tim Badan Bantuan Hukum Dan Advokasi Rakyat DPD PDIP Maluku melampirkan barang bukti berupa video pencemaran nama baik pada akun tiktok dan bukti screenshot akun tiktok Patrick.

Penyidik Ditreskrimsus telah memeriksa sejumlah saksi, satu diantaranya Patrick, eks pegawai honorer pada Dinas Kominfo Maluku pada Desember 2023.

Penjabat sementara Kepala Sub Direktorat Siber Ditreskrimsus Polda Maluku Iptu Henny Gloria Papilaya yang dihubungi belum merespon pesan whatsapp yang dilayangkan sentraltimur.com soal penetapan Patrick sebagai tersangka. Begitu juga Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat.

Patrick ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik malakukan gelar perkara, Kamis (1/2/2014). Sudah digelar perkara dan penetapan (Patrick sebagai) tersangka,” kata sumber, Selasa (6/2/2024).  

Dia disangkakan melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 dan/atau Pasal 45 ayat (4) juncto Pasal 27A UU RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Benhur melaporkan Patrick ke Ditreskrimsus seturut kasus ujaran kebencian yang menghebohkan publik viral di media sosial. Pernyataan yang bikin gaduh diunggah Patrick di akun tiktok @patrickpapilayaii. Video ujaran kebencian durasi 07.10 menit yang mencemarkan nama baik ketua DPD PDIP Maluku itu tayang pada 4 Desember 2023.

Dalam unggahan tersebut, Patrick mengecam pernyataan Benhur soal Gubernur Maluku Murad Ismail yang disebut paling malas mengikuti rapat paripurna DPRD Maluku. Patrick yang merupakan orang dekat Murad dan Widya Pratiwi (istri Murad) juga melontarkan pernyataan yang menyerang privasi Benhur. Unggahan Patrick menuai kecaman netizen di kolom komentar tiktok dan berbagai platform media sosial.

Jarang Masuk Kantor

Sebagai orang dekat Gubernur dan Widya, Patrick tampil pasang badan bagi siapa pun termasuk Benhur yang mengkritisi minimnya kehadiran Murad dalam rapat paripurna DPRD Maluku.

Sebelumnya dia tercatat sebagai honorer di Dinas Kominfo Maluku. Statusnya sebagai pegawai honorer berjalan empat tahun. Patrick menjadi honorer saat Murad menjabat gubernur Maluku tahun 2019.

  • Bagikan