banner 728x250

Jembatan Wai Besi VI Ambruk, Ini Kata Ketua DPRD Malteng

DPRD MALTENG
banner 468x60

MASOHI, SENTRALTIMUR.COM – Muatan kelapa sawit yang melebihi kapasitas diduga menjadi salah satu penyebab ambruknya Jembatan Wai Besi VI di ruas Jalan Trans Seram, tepatnya pada jalur Saleman–Besi, Kabupaten Maluku Tengah.

Ketua DPRD Maluku Tengah (Malteng) Herry Men Carl Haurissa menyoroti ambruknya jembatan tersebut. Menurutnya truk pengangkut sawit milik PT Nusa Ina Group kerap membawa muatan melebihi daya tampung jembatan.

“Hampir setiap hari jembatan tersebut dilalui truk bermuatan sawit dengan bobot yang diduga melampaui batas. Ini yang kemudian menjadi salah satu faktor penyebab jembatan cepat rusak hingga akhirnya ambruk,” tegas Haurissa pada 29 September 2025.

DPRD mendorong dilakukan evaluasi bersama pemerintah daerah dan pemerintah provinsi terkait pengangkutan hasil perkebunan di jalur itu. “Pemerintah kabupaten dan provinsi harus segera duduk bersama untuk membahas persoalan ini. Jangan sampai kasus serupa kembali terjadi di kemudian hari,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peninjauan ulang konstruksi jembatan agar lebih kuat menghadapi musim penghujan. “Selama ini hampir sebagian besar kerusakan jembatan di Maluku Tengah terjadi karena konstruksi yang tidak sesuai. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegsnya.

Jembatan Wai Besi VI ambruk pada Minggu (21/9/2025). Jembatan ini merupakan akses vital penghubung Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

Jembatan tersebut dibangun Pemerintah Provinsi Maluku pada 2001 dan mulai difungsikan pada 2009. Dengan usia mencapai 24 tahun, perbaikan baru dilakukan pada 2024 lalu, namun kini kembali ambruk. (RED)

 

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram