AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Provinsi Maluku menyatakan komitmennya mendukung kebijakan Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath memajukan Maluku.
Kebijakan Lewerissa dan Vanath sebagai gubernur-wakil gubernur dalam meletakkan dasar bagi pembangunan lima tahun Maluku dinilai sudah tepat.
Misalnya, memperkuat kapasitas Bank Maluku dan Maluku Utara dengan memenuhi modal inti minimum sebesar Rp3 triliun, mengonsolidasikan birokrasi daerah dengan mengangkat tim ahli serta seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemda Maluku.
“Ini langkah awal yang baik untuk mempersiapkan birokrasi daerah agar menjadi motor pelayanan publik yang akan memperkuat dorongan pertumbuhan ekonomi,” kata Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perekonomian Kadin Maluku, Tammat Roho Talaohu dalam rilisnya, Rabu (25/6/2025).
Sebagai daerah yang sedang berkembang, Lewerissa dan Vanath sedang menyiapkan dasar yang kuat untuk menggerakkan perekonomian daerah. “Ini sebuah langkah maju. Sebagai kepala daerah, Gubernur telah membentuk tim percepatan ekspor Maluku. Tim ini sedang bekerja untuk meningkatkan ekspor Maluku yang akan berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah dan menjadikan UMKM dan koperasi naik kelas,” jelas Tem, sapaan Talaohu.
Mendorong pertumbuhan ekonomi dan peran UMKM, Kadin Maluku berkolaborasi dengan Pemda Maluku menggelar Forum Bisnis Daerah dan Pekan Raya Kadin Maluku selama tujuh hari.
Dari dua kegiatan yang dijadwalkan pada Agustus 2025, estimasi transaksi mencapai senilai Rp20 miliar. Agenda ini dimaksudkan untuk sekaligus memulihkan sektor riil di Maluku, khususnya Kota Ambon. “Dua agenda itu juga sebagai upaya mengontrol fluktuasi harga sembako dan pengendalian inflasi daerah,” kata analis ekonomi dan wakil ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Maluku ini.
Dia optimis kepemimpinan Lewerissa-Vanath akan mampu menggerakan sektor ekonomi kreatif dan inovasi, menciptakan iklim usaha dan iklim investasi yang kondusif serta berdaya saing.




