banner 728x250

Kantongi Keterangan Saksi Ahli, Jaksa Tetapkan Tersangka Korupsi ADD dan DD Haria

  • Bagikan
Ilustrasi penyelewengan anggaran. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Lima bulan proses penyidikan kasus dugaan korupsi alokasi dana desa dan dana desa di Desa Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, bergulir.

Kejaksaan Negeri Ambon Cabang Saparua belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

“Belum ada tersangka. Iya sudah dalam tahap penyidikan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Ambon Cabang Saparua, Ardy dihubungi Sentraltimur.com, Selasa (18/5/2021).

Tim jaksa penyidik masih memperkuat alat bukti menjadi pertimbangan untuk menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi ADD dan DD Desa Haria.

Salah satu alat bukti adalah, kerugian keuangan negara, karenanya itu pihaknya akan meminta keterangan saksi ahli.

Sebelum memeriksa ahli pihaknya telah memeriksa bendahara Desa Haria, inisil JS, Senin (17/5/2021).

“Setelah bendahara selanjutnya kita akan periksa (saksi) ahli dari Poltek. Ini kaitan dengan (proyek) fisik. Kita matangkan bukti baru kita tetapkan tetsangka,” tegas Ardy.

Sebelumnya, Ardy menyebut tim jaksa telah menyita dana senilai Rp 28 juta dari tangan Bumdes Haria.

“Ya, benar. Beberapa waktu lalu penyidik berhasil menyita uang 28 juta dari Bumdes,” akui Ardy.

Penyitaan barang bukti berupa uang tunai itu merupakan hasil dari rangkaian penyidikan, meski saat ini belum ditetapkan tersangka. Penetapan tersangka kata Ardy, tinggal selangkah lagi.

ADD dan DD desa Haria diduga diselewengkan. Anggaran dikucurkan pemerintah tahun 2018 sebesar Rp 2 miliar lebih. Sejumlah saksi telah diperiksa termasuk Raja Negeri Haria Jacob Maikel Manuhutu.

Penyelidikan kasus ini bergulir setelah korps Adhyaksa menerima laporan dari masyarakat Haria. Laporan pertanggungjawaban item-item pembangunan dalam desa diduga direkayasa dan anggaran digelembungkan alias mark up.

Misalnya,  pembangunan lapangan voli, proyek jalan di lingkungan, pembangunan PAUD, jambanisasi, rumah layak huni, dan pemberdayaan.

Raja beserta Sekretaris dan Bendahara pemerintah Negeri Haria, Leo Manuhutu dan Yosep Souhoka merupakan penanggung jawab pengelolaan anggaran tersebut. (DNI)

Penulis: DONIEditor: MEHMET SALAHUDIN
  • Bagikan