banner 728x250

Kasus Kematian Covid-19 di Kota Ambon Tinggi

  • Bagikan
ilustrasi pemakaman pasien Covid-19 di TPU Hunuth, Kota Ambon. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Angka kasus kematian akibat terpapar Covid-19 di Kota Ambon melonjak tajam.

Per Rabu (14/7/2021) tercatat 118 orang di Kota Ambon meninggal dunia terpapar corona dari total 186 kasus kematian di Maluku.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy menduga angka kematian meningkat disebabkan kurangnya keterbukaan warga terhadap gejala Covid-19 yang dialami.

“Warga tidak terbuka tentang gejala yang dialami itu membuat angka kematian akibat covid meningkat,” kata Wendy di Ambon, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, tenaga Kesehatan akan berupaya maksimal melakukan pencegahan bila pasien yang masuk bisa terbuka menyampaikan gejala sebenarnya.

“Kalau dia tertolong lebih cepat, bisa sembuh atau kalau meninggal pun sudah dalam keadaan sembuh dari Covid, tidak lagi dalam keadaan terkonfirmasi covid,” katanya.

Masyarakat diminta secepatnya melapor atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas, apabila merasakan gejala Covid-19.

“Kalau terbuka jika ada gejala yang dialami supaya bisa cepat ditangani,” pinta Wendy.

Komorbid atau penyakit penyerta yang dialami warga, kata Wendy, tidak akan membawa seseorang secara cepat menemui ajalnya, bila penerapan protokol kesehatan diterapkan dengan baik.

“Protokol kesehatan itu harus ditingkatkan. Begitu juga dengan vaksinasi (covid-19). Warga harus vaksinasi. Vaksinasi itu sama dengan protokol kesehatan,” kata Wendy.

Dilansir dari berbagai sumber, gejala-gejala Covid-19 yang paling umum yaitu demam, batuk kering, dan kelelahan.

Sementara gejala yang sedikit tidak umum yakni rasa tidak nyaman dan nyeri tenggorokan, diare, konjungtivitis (mata merah), sakit kepala, hilangnya indera perasa atau penciuman, ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki.

Sedangkan gejala serius yang dirasakan adalah kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri dada atau rasa tertekan pada dada, hilangnya kemampuan berbicara atau bergerak. (ANA)

Penulis: ARTANABILEditor: YANTO
  • Bagikan