banner 728x250

Kejari Ambon Eksekusi Barang Bukti Terpidana Penggelapan Dana Nasabah BNI

  • Bagikan
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kejaksaan Negeri Ambon mengeksekusi putusan Mahkamah Agung perkara penggelapan dana nasabah BNI KCU Ambon dan tindak pidana pencucian uang.

MA mengeluarkan putusan yang berkekuatan hukum tetap pada 3 April 2021 terhadap sejumlah terpidana perkara kejahatan perbankan tersebut.

Eksekusi dilakukan oleh tim eksekutor Kejaksaan Negeri Ambon, Selasa (15/6/2021). Barang bukti yang dieksekusi milik mantan Wakil Kepala BNI KCU Ambon Faradiba Yusuf dan kawan-kawan.

Barang bukti itu ialah uang tunai sebesar Rp 2.693.200.000, 8 unit mobil dan 3 unit bangunan. Mobil dan bangunan yang disita itu akan dilelang. 

MA memvonis terpidana Faradiba Yusuf 20 tahun penjara, denda Rp 1 miliar dan membayar uang pengganti sebesar Rp 22.540.000.000. Dalam perkara yang sama, MA juga menjatuhkan vonis terhadap terpidana Marce Muskita 7 tahun denda Rp 200 juta.

Berikut terpidana Kres Rumalewang divonis 18 tahun denda Rp 500 juta, Yosep Maitimu divonis 18 tahun denda Rp 500 juta, Andres Risal Yahya alias Callu divonis 7 tahun,  dan Soraya Pelu divonis 15 tahun denda Rp 500 juta.

“Eksekusi barang bukti kasus BNI dilakukan untuk menyelamatkan uang negara. Uang tunai yang disita akan disetor ke rekening kas negara melalui Bank BRI,” kata Kepala Kejari Ambon Dian Frits Nalle dalam keterangan pers, Selasa (15/6/2021). 

Total uang Rp 2.693.200.000 yang disita masing-masing dari Faradiba Jusuf sebesar Rp 1.598.200.000, Kres Rp 50 juta, Callu sebanyak Rp 35 juta, Natalia Kilikili Rp 340 juta, Frangky Akerina Rp 100 juta, Abdul Manaf Tubaka Rp 30 juta, dan Rp 17,5 juta dari Herman Chen.

Seluruh uang tersebut dirampas untuk negara. Sedangkan uang sebesar Rp 20 juta yang disita dari William Fernandus dikembalikan untuk dipergunakan dalam perkara terdakwa.

Frits menjelaskan, barang bukti berupa uang  tersebut sudah diambil dari penitipan barang bukti yang tersimpan di rekening Pengadilan Negeri Ambon dan akan disetor ke kas negara melalui rekening BRI.

Sedangkan denda sesuai putusan MA menjadi tanggung jawab para terpidana.

Sementara barang bukti 8 unit mobil terdiri dari 1 unit Toyota Alphard, 1 unit Mitsubishi Pajero Sport, 2 unit Honda HRV, 1 unit Toyota Hilux, 1 unit Suzuki APV, 1 unit Toyota Rush, 1 unit Toyota New Alphard.

Berikut 2 unit bangunan rumah di kawasan Kebun Cengkeh, 1 unit bangunan rumah lantai dua di BTN Manusela, Ambon dan 1 cincin berlian.

Kejari Ambon akan berkordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk melelang barang bukti mobil, bangunan dan cincin yang dieksekusi dari terpidana Faradiba Yusuf.

“Barang bukti tersebut akan diperhitungkan dalam pembayaran uang pengganti Faradiba Yusuf melalui proses lelang,” kata Frits. (DNI)

  • Bagikan