banner 728x250

Kemenag Maluku: Hilal Awal Ramadan Tak Terlihat di Ambon

  • Bagikan
HILAL AMBON
Ilustrasi meneropong untuk melihat rukyat hilal penentuan awal Ramadan. (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kementerian Agama wilayah Maluku melakukan rukyatul hilal atau pemantauan hilal di Ambon, Maluku. Hasilnya, hilal tidak terlihat.

Kepala Kemenag Wilayah Maluku H. Yamin melakukan pemantauan hilal di Pantai Tirta Kencana Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Minggu (10/3/2024).

Yamin mengatakan ketinggian hilal saat ini baru mencapai 0,0078 derajat sampai pukul 19.00 WIT. “Maka demikian, ketinggian hilal hingga pukul 19.00 WIT, terakhir dipantau menunjukkan ketinggian hilal 0,078 derajat,” kata Yamin saat pemantauan.

Posisi pemantauan berada pada titik koordinat 3,72 dan 128,15. Menurutnya, dengan melihat waktu konjungsi atau proses bulan baru, posisinya pada 10 Maret 2024 proses bulan baru pada pukul 18.00 WIT.

Yamin mengatakan hilal belum terlihat di Ambon. Kendati demikian, pihaknya menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan pemerintah malam ini. “Hilal tak terlihat, tapi kita menunggu hasil sidang isbat,” paparnya melansir detik.com.

Beda Awal Ramadan

BMKG sebelumnya merilis laporan prediksi ketinggian hilal untuk menentukan awal Ramadan di Indonesia. Hasilnya, ada kemungkinan awal Ramadan 1445 H akan berbeda.
Dari laporan itu, awal Ramadan berpotensi jatuh pada hari yang berbeda sesuai dengan penghitungan yang digunakan. BMKG menjelaskan konjungsi merupakan kondisi ketika bulan dan matahari mempunyai bujur ekliptika yang sama.

Konjungsi geosentrik (ijtima’) akan kembali terjadi pada Minggu, 10 Maret 2024 pada pukul 09.00 UT atau pukul 16.00 WIB atau pukul 17.00 WITA atau pukul 18.00 WIT.

Laporan BMKG menyebutkan, pada 10 Maret 2024, waktu matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.51 WIT di Waris, Papua. Sementara waktu matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.50 WIB di Banda Aceh, Aceh.
“Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi setelah matahari terbenam tanggal 10 Maret 2024 di sebagian wilayah Indonesia,” tulis BMKG, Jumat (23/2/2024).

Berdasarkan hal ini, menurut BMKG, secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal penentu awal Ramadan 1445 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah matahari terbenam tanggal 10 bagi yang di tempatnya konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam.
Serta pada 11 Maret 2024 bagi yang konjungsinya terjadi setelah matahari terbenam. Sedangkan bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal Ramadan 1445 H perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab. Yakni saat matahari terbenam pada 10 dan 11 Maret.

  • Bagikan