banner 728x250

Kenali Bahaya Covid-19 Varian Delta dari India, Apa Saja?

  • Bagikan
Ilustrasi Covid-19 varian Delta dari India. Perbedaannya dengan gejala awal virus corona seperti batuk dan demam. (FOTO: FREEPIK)
banner 468x60

JAKARTA, SENTRALTIMUR.COM – Virus Covid-19 varian Delta menyebar dengan sangat cepat ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Covid-19 varian Delta pertama kali ditemukan di India pada Desember 2020.

Melansir webmd.com, virus Corona varian Delta kini telah menyebar ke 74 negara dalam kurun waktu enam bulan setelah ditemukan di India.

Para ahli kesehatan mengatakan Covid-19 varian Delta diperkirakan lebih mudah menular dibandingkan varian sebelumnya, yakni sebesar 43 persen sampai 90 persen.

Berdasarkan penelitian di Inggris, varian baru ini lebih memengaruhi seseorang yang lebih muda. Orang dewasa di bawah 50 tahun dan anak-anak menunjukkan 2,5 kali lebih mungkin untuk terinfeksi.

Dilansir dari medicalnewstoday.com, Director of the National Institute of Allergy and Infections Diseases Dr. Anthony S. Fauci melaporkan kekhawatirannya terhadap lonjakan infeksi akibat dari varian baru ini yang ada pada berbagai negara di dunia.

“Negara mana pun yang memiliki varian delta harus khawatir bahwa aka nada lonjakan infeksi terutama jika negara tersebut belum melakukan sebagian besar vaksinasi. Kami melihat bahwa varian delta menyebar di antara orang-orang yang tidak divaksinasi,” kata Anthony disadur dari bisnis.com.

Gejala Covid-19 Varian Delta

Gejala yang ditimbulkan varian Delta lebih parah, sebagian besar orang berkemungkinan untuk berakhir mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Dokter di China mengatakan pasien dengan virus varian Delta lebih tampak kesakitan dan kondisi yang menurun jauh lebih cepat.

Gejala utama dari infeksi varian delta tampak berbeda dibandingkan dengan yang dialami saat terinfeksi varian Covid-19 sebelumnya. Para ahli dari King’s College London menunjukkan bahwa gejala utama tersebut yakni sakit kepala, sakit tenggorokan, dan pilek.

Varian Delta menunjukkan gejala seperti pilek pada umumnya yang menimbulkan kesalahpahaman pada seseorang dan berakibat mengabaikan gejalanya.

Salah satu pendiri ZOE, Prof. Tim Spector memperingatkan hal tersebut dan menyarankan untuk tetap melakukan isolasi dan tes usap (swab test).

  • Bagikan