banner 728x250

Ketika Penjabat Bupati SBB Dituding Arogan, Muncul Demo Tandingan Pro Penjabat

PRO PENJABAT
Aliansi Rakyat SBB Bersatu – Jabodetabek menggelar demonstrasi di Jakarta, Rabu (9/11/2022). Demonstran memasang spanduk bertuliskan ‘Menolak Penjabat Bupati Mental Arogan di Bumi Saka Mese Nusa’ terpasang di depan kantor Kementerian Dalam Negeri. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

JAKARTA, SENTRALTIMUR.COM – Gerah dengan kepemimpinan Penjabat Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Andi Chandra As’aduddin, warga menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kementerian Dalam Negeri.

Warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat SBB Bersatu – Jabodetabek menggelar aksinya di Jakarta pada Rabu (9/11/2022).

Demonstran memprotes sejumlah kebijakan yang diduga bermasalah yang dilakukan oleh Andi Chandra. Menuntut Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian memberhentikan Andi Chandra dari jabatannya sebagai penjabat bupati SBB.

Dan menggantinya dengan penjabat baru yang memahami kondisi dan keinginan masyarakat di SBB. Berikut segera membangun ruas jalan yang sudah disahkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

“Kami menolak Andi Chandra di daerah kami, kepemimpinannya seperti seorang yang intoleran, mental arogansi dan jahat,” kata Koordinator Aksi, Rimbo Bugis dalam orasinya di depan Kemendagri mengutip aksesnews.com.

Andi Chandra diduga memiliki niat jahat untuk kepentingan korporasi menguasai sumberdaya alam seperti marmer di Kasie dan Nikel.

“Proyek-proyek jalan yang sudah diusul dicoret oleh penjabat Bupati SBB Andi Chandra,” ujarnya.

Ditengarai Andi Chandra main mata dengan kontraktor-kontraktor tertentu untuk menggarap pelbagai proyek sehinga mendapatkan keuntungan. “Dia sengaja cari kontraktor baru untuk mendapat keuntungan lagi yang lebih besar,” kata Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini.

Menurutnya banyak permasalahan yang terjadi di SBB karena ulah Andi Chandra. Rimbo menilai Andi Chandra tidak memilki niat baik untuk membangun daerah berjuluk Saka Mese Nusa ini.

“Jika memiliki niat baik, sudah tentu dia tidak memelihara konflik terbuka dengan masyarakat seperti yang terjadi sekarang. Malah tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat tidak dihargai, karena mereka susah sekali untuk bertemu dengan penjabat bupati. Beliau sangat arogan memimpin SBB,” kecam Rimbo.

Selain berorasi demonstran juga mengusung sejumlah spanduk, salah satunya bertuliskan “Menolak Penjabat Bupati Mental Arogan di Bumi Saka Mese Nusa”.

Demo Pro Pj Bupati SBB

Sehari pasca menuntut Mendagri mencopot Andi Chandra, demo tandingan juga digelar di kantor Kemendagri, Kamis (10/11/2022).

Aliansi Mahasiswa SBB Jakarta meminta Pemerintah Pusat melalui Kemendagri untuk tidak terpengaruh dan diintervensi oleh gerakan yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat SBB Bersatu – Jabodetabek.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram