MASOHI, SENTRALTIMUR.COM – Pasca konflik warga desa Kabauw dan Kailolo di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah akses pendidikan di dua desa bertetangga ini menjadi sorotan.
SMP Negeri 26 Malteng di Negeri (desa) Kailolo melayani pendidikan bagi anak-anak dari Negeri Kailolo maupun Negeri Kabauw. Bentrok antar kedua kelompok warga itu membuat anak-anak dari negeri Kabauw tak bisa lagi mengakses pendidikan di SMP 26.
Seusai mengunjungi dua desa tersebut, Rabu (10/9/2025), Wakil Ketua Komisi IV DPRD Malteng Subhan Nur Fattah menyampaikan permintaan masyarakat terdampak konflik khusus di bidang pendidikan. ”Terkait dengan pendidikan, akibat konflik anak-anak sekolah yang bersekolah di SMP yang letaknya di Kailolo tidak bisa diakses oleh anak sekolah dari Negeri Kabauw,” ujar Subhan di Masohi, Kamis (11/9/2025).
Harapan masyarakat kepada Komisi IV adalah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar menghadirkan kelas jauh. ”Soal kesiapan bangunan mereka sudah siap, tinggal Pemda merespon hal ini. Apapun kondisinya anak-anak kita harus tetap sekolah dengan nyaman. Kami mendorong pembentukan Sekolah Kelas jauh di kabauw,” tegas Ketua DPD PAN Malteng ini.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Malteng Husain Mukaddar menyatakan bakal dilaksanakan kelas jauh bagi anak-anak SMP di Negeri Kabauw. ”Secepat mungkin akan dlakukan kelas jauh, Senin besok dipastikan bisa jalan,” katanya.
Ia menyebut jumlah siswa SMP di Negeri Kabauw, jumlah siswa kelas VII sebanyak 10 siswa, kelas VIII 23 siswa dan kelas IX 25 siswa. “Jumlah keseluruhan sebanyak 58 siswa,” sebutnya. (RED)




