banner 728x250

Korupsi Dana Pembebasan Lahan, Raja Tawiri dan Anggota Saniri Ditahan Jaksa

  • Bagikan
Tiga tersangka korupsi pembebasan lahan negeri Tawiri (mengenakan rompi warna pink) dihadirkan saat jumpa pers Kepala Kejati Maluku Rorogo Zega, Kamis (8/7/2021). (FOTO: SENTRALTIMUR.COM)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kejaksaan Tinggi Maluku menahan tiga dari empat tersangka kasus korupsi anggaran pembebasan lahan Negeri (desa) Tawiri, kota Ambon.

Ketiga tersangka itu ialah Raja Tawiri Josep N. Tuhuleruw, mantan raja Josep Tuhuleruw dan seorang saniri Negeri Tawiri inisial JRT. Tiga tersangka ini dititipkan di Rutan Kelas II Ambon, Kamis (8/7/2021). 

“Penahanan ini setelah mereka memenuhi panggilan jaksa diperiksa sebagai tersangka,” kata Kepala Kejati Maluku Rorogo Zega saat jumpa pers, Kamis (8/7/2021).


Satu tersangka lainnya inisial JRS, seorang wanita belum bisa memenuhi panggilan tim jaksa penyidik karena alasan sakit setelah disuntik vaksin Covid-19.


“Kami sudah mendapatkan surat dari yang bersangkutan untuk diperiksa pada 15 Juli 2021 sehingga kejaksaan akan menjadwalkan kembali pemanggilan JRS,” kata Rorogo.

Berkas perkara tersangka segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Ambon, setelah jaksa penyidik merampungkan tahap satu dan tahap dua.

Tiga tersangka mengenakan rompi warna pink ditampilkan saat jumpa pers di kantor Kejati Maluku di jalan Sultan Hairun, Ambon.

Kasus Pembebasan Lahan


Tersangka terjerat kasus korupsi pembebasan lahan tahun 2015. Lahan milik Negeri Tawiri itu dijual untuk pembangunan dermaga, sarana dan prasarana Lantamal IX Ambon.

Penulis: DONIEditor: YANTO
  • Bagikan