banner 728x250

KPK Panggil Pejabat Pemkot Ambon, Ada Apa Gerangan?

  • Bagikan
Balai Kota Ambon di jalan Sultan Hairun. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kota Ambon dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ada apa gerangan?

Sejumlah pejabat Pemkot Ambon mendatangi kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku di kawasan Waihaong, Kota Ambon, Jumat (25/6/2021).

Mereka datang memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan di kantor BPKP Maluku.

Informasi yang diperoleh, pemeriksaan sejumlah pejabat Pemkot Ambon itu terkait dugaan gratifikasi.

Kasus dugaan gratifikasi yang dikantongi lembaga antirasuah itu merupakan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). PPATK menemukan aliran dana tak wajar ke salah satu anak Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy.

Pantauan sentraltimur.com, sejumlah pejabat Pemkot Ambon yang memenuhi panggilan KPK di antaranya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon Marthin Keiluhu, Kepala Dinas Kesehatan Wendy Pelupessy, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Vedya Kuncoro serta mantan Kepala Dinas  Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP), Lucia Izaak.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon Marthin Keiluhu mengaku dipanggil KPK untuk menjalani pemeriksaan.  

“Benar saya diperiksa KPK,” akunya saat keluar dari kantor BPKP Maluku, Jumat sore.

Dia tidak menjawab ketika ditanya materi pemeriksaan oleh penyidik KPK. Marthin hanya berujar, penyidik KPK memeriksanya sehubungan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pejabat Pemkot.

“Dimintai keterangan terkait tugas dan tanggung jawab kami di kantor,” jelasnya usai diperiksa penyidik KPK.

Memenuhi panggilan KPK, Marthin membawa sejumlah dokumen termasuk bukti rekening koran. Rekening koran yang dibawanya atas permintaan penyidik KPK.

  • Bagikan