banner 728x250

Mahasiswa Dukung Pemkot Ambon Tangani Covid-19

  • Bagikan
Aliansi Mahasiswa Kota Ambon demonstrasi dukung Pemerintah Kota Ambon tangani Covid-19, Jumat (13/8/2021). (FOTO: SENTRALTIMUR.COM)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Kota Ambon menuai dukungan dari Aliansi Mahasiswa Kota Ambon.

Mahasiswa menggelar demonstrasi damai sebagai bentuk dukungan terhadap Satgas Penanganan Covid-19 bentukan Pemkot Ambon di depan Gong Perdamaian Dunia dan Balai Kota Ambon, Jumat (13/8/2021).

Dukungan itu tertuang dalam sembilan butir pernyataan sikap.

Pertama, Aliansi Mahasiswa Kota Ambon mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam penanganan virus Covid-19 yang dijalankan lewat program vaksinasi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dengan harapan semoga kebijakan itu mampu menekan jumlah penularan kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya di Maluku.

Kedua, menolak segala bentuk isu sesat yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menggagalkan kebijakan dan program pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19, yang digiring ke politik dengan menciptakan opini seolah-olah pemerintah telah gagal.

Ketiga, dengan semakin meningkatnya kasus Covid-19 yang mengakibatkan bertambahnya angka pasien positif, bahkan menimbulkan kematian, Aliansi Mahasiswa Kota Ambon meminta pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan pusat agar lebih serius dalam penanganannya.

Keempat, mengimbau seluruh lapisan masyarakat bersama mendukung program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 dengan mentaati protokoler kesehatan dan mengikuti vaksinasi massal gratis di berbagai tempat.

Kelima, mengimbau pemerintah derah di Maluku dan pemerintah pusat menetapkan biaya rapid antigen, rapid test dan PCR swab secara proporsional sesuai tingkat kemampuan masyarakat.

Bila perlu biaya tersebut dapat digratiskan bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat kurang mampu.

Keenam, mengimbau pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan pusat dalam pembatasan mobilitas penduduk, intra maupun antar wilayah agar dilakukan dengan baik dan benar dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

Ketujuh, mengimbau petugas penanganan Covid-19 dan aparat pendukung lainnya tidak arogan dalam menjalankan tugas penertiban, tetapi selalu menggunakan pendekatan humanis dan kekeluargaan.

Kedelapan, mengimbau pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan pusat memperhatikan kebutuhan masyarakat terdampak pandemi Covid-19, dengan memberikan bantuan sosial seperti sembako selama PPKM.

Dan kesembilan, meminta waktu operasional pedagang diperpanjang sampai pukul 23.00 WIT, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Usai menggelar unjuk rasa, mahasiswa membagikan masker gratis kepada pengguna jalan. (DNI)

  • Bagikan