banner 728x250

Mahasiswa Gelar Aksi Tutup Mulut di Mapolresta Ambon, Ada Apa?

  • Bagikan
Puluhan mahasiswa menggelar aksi tutup mulut menggunakan lakban di depan Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Selasa (27/7/2021), Menuntut rekan mereka yang ditahan dibebaskan. (FOTO: SENTRALTIMUR.COM)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) menggelar aksi tutup mulut menggunakan lakban di depan Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Selasa (27/7/2021).

Aksi tutup mulut para pengunjuk rasa itu sebagai bentuk protes terhadap penangkapan seorang mahasiswa Universitas Pattimura Ambon, Risman Wahab Soulissa oleh polisi pada Minggu malam (25/7/2021).

Mahasiswa juga ikut membawa sejumlah foto Risman dan sebuah spanduk bertuliskan ”Bebaskan kawan kami Risman Soulissa, dia bukan teroris dan koruptor. Penjarakan katong (kami) samua”.

Mahasiswa juga menggelar aksi teatrikal penangkapan Risman oleh polisi. Selain menutup mulut, mahasiswa juga ikut mengikat tangan mereka dengan lakban sebagai simbol matinya kebebasan menyampaikan aspirasi.

Aksi serupa juga digelar di depan Gong Perdamaian Dunia dan di depan kantor wali kota Ambon.

“Aksi tutup mulut dan mengikat tangan yang kami lakukan itu sebagai bentuk kritik atas upaya pembungkaman terhadap suara mahasiswa,” kata koordinator aksi, Hijrah kepada sentraltimur.com, Selasa.

Mahasiswa juga menyerahkan tuntutan mereka kepada Polresta Pulau Ambon. Tuntutan itu meminta Risman Soulissa yang telah ditetapkan sebagai tersangka segera dibebaskan.

“Kami juga menuntut Kapolri mengevaluasi kinerja Polda Maluku dan Polresta Pulau Ambon dalam penanganan aksi unjuk rasa mahasiswa,” katanya.

Penangkapan terhadap aktivis HMI itu sangat bertentangan dengan prosedur hukum. Dia ditangkap tanpa surat perintah penangkapan.

Polisi juga memperlakukan Risman layaknya seorang teroris. Penangkapan Risman dinilai telah melanggar hak azasi manusia.

“Aksi bungkam ini sebagai cermin potret demokrasi di negeri ini, kebebasan berpendapat dibungkam oleh tangan besi kekuasaan,” kecam Hijrah.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon, Ipda Izack Leatemia mengatakana aksi mahasiswa di tiga lokasi tersebut menuntut pembebasan rekan mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Tuntutan mereka itu untuk membebaskan rekannya yang dijadikan tersangka dan ditahan,” ujarnya. (MMS)

Penulis: MEHMET SALAHUDINEditor: YANTO
  • Bagikan