AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Murad Ismail dinilai gagal menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Maluku. Semenjak dilantik pada 24 April 2019 hingga di penghujung masa jabatannya pada 31 Desember 2023, mayoritas masyarakat Maluku tak puas atas kinerja Murad.
Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terbaru mencatat empat alasan rendahnya elektabilitas Murad. Pertama: Kepuasaan terhadap kinerja Gubernur dan wakil gubernur dibawah 50 persen. Mereka yang menyatakan puas terhadap kinerja Murad sebagai Gubernur hanya sebesar 40.7 persen. Sebaliknya mereka yang menyatakan tak puas atas kinerja Murad sebagai gubernur sebesar 50.3 persen.
Kedua, Murad dinilai gagal menjalankan tugasnya sebagai gubernur. “Mereka yang menyatakan Murad berhasil sebagai gubernur sebesar 41.8 persen, sementara mereka yang menyatakan Murad gagal sebagai gubernur sebesar 48.4 persen,” ujar Peniliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, Jumat (25/8/2023).
Ketiga, Mayoritas tak ingin Murad menjadi gubernur lagi. Mereka yang menyatakan berkeinginan Murad menjadi gubernur lagi hanya sebesar 20.5 persen. Sementara mereka yang menyatakan tak menginginkannya menjadi gubernur lagi sebesar 53.6 persen.
Keempat, gubernur paling disalahkan atas status Maluku sebagai provinsi termiskin ke-4 (keempat) di Indonesia. Mereka yang tahu bahwa Maluku adalah provinsi termiskin keempat di Indonesia belum mayoritas. Hanya sebesar 35.2 persen publik Maluku yang mengetahui status tersebut.
“Dari mereka yang mengetahui, sebesar 43.6 persen menyalahkan gubernur sebagai orang paling bertanggung jawab atas status Maluku tersebut. Sedangkan masyarakat yang menyalahkan presiden hanya sebesar 14.8 persen, dan yang menyalahkan bupati/walikota sebesar 6.4 persen,” paparnya.
Isu ekonomi menjadi isu penting masyarakat Maluku saat ini. Sebesar 63.6 persen menyatakan bahwa masalah ekonomi adalah masalah paling penting di Maluku. Disusul masalah pelayanan masyarakat, pendidikan, dan kesehatan sebesar 13.2 persen dan masalah infrastruktur sebesar 8.9 persen.
“Ada sejumlah masalah lainnya yang juga dianggap penting, namun angkanya dibawah lima persen. Mayoritas masyarakat menyatakan masalah ekonomi adalah masalah prioritas di provinsi Maluku,” jelas Adjie.
Elektabilitas Jeffry Ungguli Murad
LSI Denny JA menyebutkan elektabilitas Jeffry Apoly Rahawarin mengungguli petahana Gubernur Maluku Murad Ismail dan dan petahana Wakil Gubernur Barnabas Nathaniel Orno di Pemilihan Gubernur Maluku tahun 2024.
Dari nama-nama potensial cagub penantang, hanya mantan Pangdam Pattimura itu yang elektabilitas di atas 15 persen dan bersaing dengan petahana Murad.




