banner 728x250

Pemkot Akui Ambon Rawan Banjir

  • Bagikan
AMBON RAWAN
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kota Ambon, masuk kategori rawan bencana alam. Salah satunya, bencana banjir. Namun, butuh kesadaran warga agar tidak terjadi bencana banjir.

Ini setelah Pemerintah Kota Ambon melalui Badan Pengulangan Bencana Daerah (BPBD) mengelar workshop peringatan dini banjir dan banjir bandang di hotel Manise, Rabu (20/9/23).

Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan, Kota Ambon adalah salah satu kota di Indonesia yang termasuk daerah rawan bencana.

“Banjir merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun, saat memasuki hujan ditambah dengan cuaca ekstrem yang tidak menentu, bahkan saat ini kondisi kota Ambon semakin identik dengan banjir,” kata Bodewin dalam sambutan dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Ambon Fahmi Salatalohy.

Ketika hujan deras mengguyur Kota Ambon dalam hitungan menit menciptakan genangan air. ”Harus kita akui bahwa hujan bukan salah satu faktor terjadinya bencana banjir dan banjir bandang di Kota Ambon,” ujarnya.

Namun ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi seperti kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya masing-masing, serta pada saluran-saluran drainase dan sungai, kurangnya pengawasan dari lurah, raja, kades dan RT/RW, kurangnya resapan air hujan di bagian hulu karena fungsi hutan sudah beralih fungsi menjadi pemukiman.

Hal ini karena kesadaran masyarakat sangat penting. Masalah bencana bukan hanya tugas pemerintah, namun harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat serta dukungan dari stakeholder dan Forkopimda sehingga masalah ini dapat diatasi secara berlahan-lahan.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk melakukan pembangunan di lereng-lereng juga perlu karena dengan membangun di lereng-lereng dapat mengakibatkan bencana. “Kesadaran masyarakat untuk tidak membangun di bagian lereng-lereng itu juga perlu. Sebab itu, bisa mengakibatkan terjadinya bencana,” ujar Bodewin.

Dia berharap kegiatan ini harusnya lebih banyak melibatkan masyarakat sehingga mereka dapat mensosialisasikan dan melakukan tanggap bencana. (ADI)

Ikuti berita sentraltimur.com di Google News

  • Bagikan