banner 728x250

Penanganan Masalah Kemanusiaan Pelauw-Kariu, Pj Bupati Malteng Tuai Pujian

  • Bagikan
TUAI PUJIAN
Penjabat Bupati Maluku Tengah didampingi istrinya Bella Fajrah menyerahkan bantuan kepada warga Kariu saat menghadiri perayaan Natal di Gereja Ebenhaezer Jemaat GPM Kariu, Jumat (6/1/2023). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Masyarakat desa Kariu, kecamatan Pulau Haruku, kabupaten Maluku Tengah telah menetap di kampung halamannya sejak dipulangkan pada, Senin (19/12/2022) lalu.

Hampir setahun, warga Kariu mengungsi di negeri (desa) Aboru akibat terlibat konflik dengan warga Negeri Pelauw pada akhir Januari 2022 lalu.

Proses pemulangan warga Kariu yang berlancar lancar, tak lepas dari peran pelbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Usai dilantik sebagai Penjabat Bupati Malteng oleh Gubernur Maluku Murad Ismail pada medio September 2022, Muhamat Marasabessy fokus menyelesaikan masalah kemanusiaan khususnya mengembalikan warga Kariu ke kampung halaman.

Pemulangan warga Kariu hingga saat ini, difasilitasi Pemkab Malteng dan TNI-Polri. Hingga saat saat ini telah didirikan 100 tenda keluarga, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan air bersih, penerangan jalan dan pemasangan listrik di rumah warga.

Kembali menetap di kampung halaman, masyarakat Kariu menggelar perayaan Natal bersama di Gereja Eben-Haezer Jemaat GPM Kariu pada Jumat (6/1/2023).

Perayaan Natal dihadiri Kepala Biro Organisasi Setda Maluku mewakili gubernur, ketua MPH Sinode GPM, Danrem 1504 dan Kapolresta Pulau Ambon.

Komitmen Mat –sapaan Muhamat Marasabessy- bersama TNI dan Polri berhasil memulangkan warga Kariu ke desanya panen pujian.

Ini Kata Tokoh

Berikut beberapa pendapat tokoh melalui rilis Dinas Kominfo Malteng yang diterima sentraltimur.com.

“Beliau bekerja tulus. Keberpihakan kepada rakyat sangat jelas. Langkah-langkah yang dilakukan terukur. Komunikasi baik, dan kolaborasi dengan semua stakeholder berlangsung sangat baik,” puji Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode GPM, Pdt. Elifas Tomix Maspaitella.

Menurutnya, Mat adalah pemimpin yang berperspektif damai. Kemajuan bisa didorong cepat karena itu diharapkan masyarakat Malteng bisa membangun suasana relasi damai yang akrab dan saling menopang.

Sementara itu, Ketua Majelis Pekerja Klasis Masohi, pdt. Adiana Lohy memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Mat yang peduli terhadap masalah kemanusiaan Kariu.

“Apa yang dilakukan oleh Pj bupati Malteng mencerminkan hati seorang pemimpin yang baik. Konsisten dengan panggilan pelayanan kepada masyarakat.  Kinerja yang dilakukan untuk kemanusiaan itu yang harus disyukuri karena Tuhan memberi roh dan kebijaksanaan untuk semua yang dilakukan,” katanya.

Pujian juga datang dari Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Daerah Malteng Jauhari Tuarita.

Menurutnya, Mat yang baru tiga bulan memimpin Malteng dengan slogan kerja cepat, kerja cerdas, kerja profesional dengan program terobosan SAPA UMAT telah melakukan langkah-langkah yang luar biasa khususnya dalam proses pemulangan masyarakat Kariu.

“Proses pendekatan yang sangat humanis, cepat, cerdas dan professional kepada seluruh komponen bangsa baik itu unsur TNI/Polri, dan khususnya masyarakat Negeri Pelauw sehingga basudara Negeri Kariuw telah kembali ke negerinya,” salut dia.

Sekretaris Negeri Wassu, Theos F. Salakory juga menyanjung kinerja Mat yang dianggap berhasil memulangkan masyarakat Kariu ke negerinya.

“Beberapa bulan setelah dilantik, beliau bisa memulangkan basudara Kariu ke negeri mereka setelah mengunjungi Aboru pasca konflik beberapa waktu lalu. Sehingga penilaian saya kenerja Pj bupati Malteng sangat baik sesuai visi misi beliau,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Malteng Herry M.C. Haurissa menilai proses penanganan masalah kemanusiaan Pelauw-Kariu sudah dilakukan dengan baik.

Dia katakan, Mat membangun koordinasi lintas lembaga dilakukan dengan baik dan sistimatik. “Beliau selalu mengkoordinasikan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan pemulangan warga Kariu. Maupun kepentingan pembangunan infrastruktur di Pelauw-Kariu, maupun kebijakan-kebijakan penganggaran selalu bahas dengan DPRD,” katanya.

Mat tanggap menyelesaikan persoalan-persoalan kemanusiaan. “Itu beliau lakukan dengan ikhlas. Ketulusan dan keikhlasan beliau dalam menyelesaikan persoalan kemanusiaan perlu diberikan nilai tambah,” ujar Haurissa.

  • Bagikan