banner 728x250

Pendulang Emas di Tehoru Gunakan Merkuri Ditetapkan Tersangka

  • Bagikan
Polisi menetapkan pendulang emas La Ane sebagai tersangka. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

MASOHI, SENTRALTIMUR.COM – Satreskrim Polres Maluku Tengah (Malteng)  mengamankan pengguna bahan kimia berbahaya jenis merkuri di lokasi pendulangan emas di Dusun Supulesi, Desa Tehoru, Kecamatan Tehoru.

Kapolres Malteng AKBP Rositah Umasugi mengatakan, pengungkapan perkara dugaan tindak pidana pertambangan dan Minerba itu berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas pendulangan emas dengan menggunakan bahan kimia berbahaya.

“Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, tim yang dipimpin KBO Reskrim pada Sabtu (8/5), pukul 02.30 WIT bergerak ke lokasi dan hasilnya menemukan tromol,” ujarnya.

Sebelum tiba di lokasi penyulingan, tim berkoordinasi dengan kepala Dusun Suplesi maupun dengan ketua RT setempat.
“Tim bergerak menuju kediaman keluarga terduga pelaku dan menemukan barang bukti berupa alat pengolahan material emas (mesin tromol) yang berada di belakang rumahnya dan bahan kimia,” kata Rositah.

Selain mengamankan barang bukti mesin tromol dan sejumlah botol berisikan bahan kimia, tim juga mengamankan La Ane alias H (40), yang diduga pemilik tromol maupun bahan-bahan kimia berbahaya itu.
Tim Satreskrim juga mengamankan merkuri sebanyak  6 Kg yang disimpan dalam botol aqua 600 ml, material hasil olahan dengan volume 0,212, empat unit tromol, tiga vambel tromol.

Berikut satu unit mesin merk Yanmar, dan satu unit gearbox, serta 10 karung material yang belum diolah seberat 208 Kg.

Pelaku mendapatkan bahan-bahan kimia itu dari Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

“Merkuri  pelaku beli di desa Iha Rp 400.000, per Kg. Pelaku juga menyerahkan hasil olahan emas yg belum sempurna (un voloide) seberat 212 gram,” ujar Rositah. 
Mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku bersama barang bukti diamankan ke Mapolres Malteng untuk menjelani pemeriksaan. 
Polisi telah menetapkan H alias La Ane sebagai tersangka dan ditahan di rutan Mapolres Malteng.

Tersangka dijerat pasal 161 Undang-undang RI nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU RI nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (ANT/RED)

  • Bagikan