banner 728x250

Pengelolaan Aset Pemprov Maluku Masih Amburadul

  • Bagikan
PENGELOLAAN ASET
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku Fauzan Husni Alkatiri. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku Fauzan Husni Alkatiri menyebutkan pengelolaan aset milik Pemerintah Provinsi Maluku periode 2019-2024 masih amburadul.

Alkatiri mencontohkan pengelolaan mess Maluku yang berada di Jalan Kebon Kacang Raya, Jakarta Pusat. “Masih banyak berantakan, kita bisa lihat di Jakarta terkait pengelolaan mess Maluku. Sering sekali kita berikan atensi, namun sampai saat ini tidak bisa difungsikan karena belum dikelola dengan baik,” kata Alkatiri di gedung DPRD Maluku, Selasa (9/1/2024).

Dia mengingatkan, mess Maluku merupakan aset yang mesti dijaga. Sebab gedung tersebut merupakan etalase Maluku yang menjadi perwakilan Maluku di Jakata. “Artinya, wajah Maluku di Jakarta tidak bisa berfungsi. Padahal ini menjadi etalase Maluku,” sesal politikus Partai Keadilan Sejahtera.

Janji manis Kepala Dinas PUPR Maluku yang memastikan rehab mess Maluku akhir tahun 2023 akan selesai, tapi hampir lima tahun mess Maluku tidak berfungsi maksimal. “Kepala Dinas PUPR menyampaikan itu dalam rapat-rapat. Tapi faktanya, sampai hari ini Pemerintah Provinsi Maluku belum mampu memfungsikan mess Maluku,” kritik Alkatiri.

Belum maksimalnya pengelolaan aset Pemda Maluku kata Alkatiri bukan persoalan anggaran karena besaran anggaran adalah hal yang relatif. Menurutnya anggaran negara saat ini terkait dengan aset, dan salah satu bagian variabel dari perhitungan DAK maupun DAU adalah aset.

“Sekali lagi saya berkesimpulan masalah anggaran itu sangat relatif. Hal substansi dan yang paling utama itu adalah goodwill atau niat baik pemerintah untuk melakukan usaha-usaha. Contoh mess Maluku, berapa anggaran yang ada di situ dan sudah sampai sekarang masih belum difungsikan,” tegas dia. (ADI) 

Ikuti berita sentraltimur.com di Google News

  • Bagikan