banner 728x250

Perintah Jokowi: Harga PCR Rp450-550 Ribu, Hasil Tes Sehari

  • Bagikan
Ilustrasi deteksi Covid-19 melalui metode PCR atau tes swab. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

JAKARTA, SENTRALTIMUR.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan harga tes polymerase chain reaction (PCR) di Indonesia pada kisaran Rp 450.000 sampai Rp 550.000 dan hasilnya bisa diketahui 1×24 jam.

Pasalnya, banyak masyarakat yang mengeluhkan biaya pemeriksaan deteksi virus corona (covid-19) melalui metode PCR alias tes swab masih mahal, di kisaran Rp 750.000 hingga Rp 1 juta.

Jokowi menilai, penurunan biaya tes PCR swab di kalangan masyarakat itu diharapkan dapat memperluas dan meningkatkan strategi tes, telusur, dan tindak lanjut (3T) sebagai upaya mengendalikan pandemi covid-19 di Tanah Air.

“Saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini. Saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran antara Rp450 ribu sampai Rp550 ribu,” kata Jokowi dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (15/8/2021).

Mantan wali kota Solo itu juga meminta agar laboratorium dapat memaksimalkan periode tunggu hasil tes swab maksimal 1×24 jam. Sebagaimana diketahui, hingga saat ini masih terdapat sejumlah laboratorium daerah yang hasil PCR swabnya baru diketahui 3-7 hari setelah pengambilan sampel.

“Saya juga minta agar tes PCR bisa diketahui hasilnya maksimal 1 x 24 jam, kita butuh kecepatan,” kata Jokowi dikutip dari cnnindonesia.com.

Kementerian Kesehatan sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran nomor HK. 02.02/I/3713/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) pada 5 Oktober 2020 lalu.

Dalam SE tersebut tertuang bahwa batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR termasuk pengambilan swab adalah Rp900 ribu.

Batasan tarif tersebut berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan RT-PCR atas permintaan sendiri atau mandiri.

Tingginya harga PCR di Indonesia juga disoroti pelbagai kalangan, salah satunya dokter sekaligus musisi, Tompi.

Lewat akun Twitternya @dr_tompi, dia menyebut harga PCR di Indonesia terlalu mahal. Di sisi lain, harga PCR di India kini mulai diturunkan menjadi sekitar Rp95 ribu dari semula sekitar Rp150 ribu.

Merespons itu, Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut bahwa penentuan harga PCR yang saat ini beredar telah berdasarkan hasil kajian tim ahli.

Nadia menjelaskan, tingginya PCR disebabkan oleh komponen pembentukan harga yang telah dikaji oleh tim. Meski demikian, pihaknya mengaku tetap membuka masukan dari berbagai pihak terkait kemungkinan menurunkan harga. (CNN/RED)


  • Bagikan