AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Seabrek prestasi mentereng Kombes Pol Herry Heryawan mengantarnya menyandang pangkat bintang satu atau Brigjen.
Sosok perwira Polri, lulusan SMA Negeri 2 Ambon tahun 1990 ini sudah tak asing lagi bagi masyarakat Jakarta maupun Indonesia.
Pria yang hari ini mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Brigjen terkenal sangat tegas memberantas premanisme, narkoba, hingga terorisme.
BACA JUGA:
Hoaks Feri akan Tenggelam, Ratusan Penumpang KMP Terubuk Panik – sentraltimur.com
Puan Tebar Bantuan Beras,Andreas : Gotong Royong Jangan Meredup – kliktimes.com
Herimen sapaan akrabnya, saat ini menjabat Dirsidik Densus 88 Antiteror Polri. Pria kelahiran Ambon ini sudah kenyang pengalaman di Polda Metro Jaya.
Dia pernah menjabat Kasubdit Tahbang/Resmob, dan Kasubdit Jatanras, Wadir Reskrimum, Kapolres Depok, dan Dirresnarkoba Polda Metro Jaya.
Pada 17 Februari 2012, Herimen merupakan sosok penting di balik penangkapan John Refra alias Jhon Kei yang terlibat pembunuhan Tan Hari Tantono alias Ayung, bos Sanex Steel,
Saat itu Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Herimen melakukan penyergapan terhadap John Kei di Hotel C’One, Jakarta Timur.
John Kei berusaha melawan saat polisi akan menangkapnya. Tak ingin John Kei lolos, dia mengambil tindakan tegas dengan menembak bagian bawah lutut kanan John Kei.
Bersama anggota Resmob Polda Metro Jaya, dia juga berhasil menangkap mantan penguasa Tanah Abang, Hercules bersama 49 anak buahnya.
Herimen menegaskan, sebagai anggota Polri sudah menjadi kewajiban menindak tegas para penjahat.
Dia juga pernah menjabat Kasat Resmob Polda Metro Jaya.
Herimen Bongkar Sejumlah Kasus
Polisi kelahiran Ambon, 23 Februari 1972 ini juga berhasil membongkar sejumlah kasus yang menyita perhatian publik.
Dia menjadi buah bibir ketika menangkap Richard Muljadi, cucu konglomerat Kartini Muljadi atas kasus narkoba. Richard Muljadi tertangkap di sebuah restoran di SCBB pada 22 Agustus 2018.



