banner 728x250

Polisi Gandeng Masyarakat Adat Razia Gunung Botak, Ini Hasilnya

  • Bagikan
Personel Polsek Waeapo bersama masyarakat adat razia area tambang emas Gunung Botak, Desa Wamsait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Kamis (12/8/2021). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Polsek Waeapo menggandeng masyarakat adat razia area tambang emas Gunung Botak, Desa Wamsait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Kamis (12/8/2021).

Razia dipimpin Kapolsek Waeapo, Ipda Zainal melibatkan belasan warga yang terdiri dari tokoh adat, pemilik lahan, dan pemuda setempat.

“Polsek Waepao kembali melakukan penyisiran di Gunung Botak melibatkan masyarakat adat,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat.

Razia dimulai pukul 10.00 hingga pukul 13.00 WIT tidak menemukan aktivitas penambang emas tanpa ijin (PETI).

“Tidak ditemukan aktivitas penambangan emas ilegal, namun masih ditemukan puing-puing bekas kegiatan penambangan emas yang telah dirusak dan dibakar oleh personel Polsek Waeapo dalam penyisiran itu,” kata juru bicara Polda Maluku ini.

Polsek Waeapo kata Roem, telah mengimbau masyarakat yang mendiami sekitar kawasan Gunung Botak agar tidak memasuki area pertambangan.

Warga juga dilarang mengolah emas menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida.

“Personel memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak memasuki area tambang dan melakukan aktivitas penambangan ilegal,” katanya.

Masyarakat juga lanjut Roem, diimbau berperan menjaga alur sungai di jalur B Dusun Wamsait.

“Jika ditemukan penambangan emas tanpa izin segera melapor ke Polsek Waeapo atau Pos Polisi terdekat,” ujarnya.

Polsek Waeapo akan rutin menggelar razia di tambang emas Gunung Botak. “Razia ini untuk mengantisipasi penambang emas tanpa izin,” tegas Roem. (ANA)

  • Bagikan