AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Aksi blokade jalan dilakukan warga kawasan Air Besar (Arbes), Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Senin (12/1/2026).
Warga marah dan memblokade jalan lantaran tidak tahan lagi dengan maraknya pembuangan sampah secara sembarangan di sepanjang jalan kawasan Arbes.
Dalam aksi itu, warga membentangkan spanduk di atas jembatan yang berisi seruan kepada pemerintah Kota Ambon untuk menyelesaikan berbagai masalah di kawasan itu seperti persoalan sampah, jalan rusak dan lampu jalan yang padam.
Aksi protes warga menyebabkan akses transportasi yang menghubungkan kawasan Ahuru dan sekitarnya menuju kawasan Arbes tak bisa dilewati. Aksi itu berlangsung kurang lebih dua mulai pukul 08.30 WIT hingga 10.30 WIT.
Koordinator Aksi Rizal Tualepe mengatakan pembuangan sampah secara sembarangan di kawasan itu telah berlangsung lama, meski kawasan tersebut bukanlah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.
Akibat pembuangan sampah yang masif di kawasan Arbes membuat lokasi itu berubah bak gunung sampah. Di sisi kiri dan kanan badan jalan sepanjang 200 meter di lokasi itu juga tertutup sampah yang mengeluarkan aroma menyengat.
“Tempat ini telah dijadikan lokasi pembuangan sampah oleh hamper seluruh warga kota Ambon padahal ini bukan tempat sampah. Semua jenis sampah termasuk sampah dari Pasar Mardika dan Batu Merah juga dibuang di sini, begitu juga sampah dari perbengkelan,” kecam Rizal kepada sentraltimur.com, Senin.
Menurut Rizal pembuangan sampah secara sembarangan di kawasan Arbes tidak hanya menciptakan polusi yang membahayakan kesehatan warga namun juga telah merusak infrastruktur jalan di lokasi itu.
Ironisnya, meski sudah berlangsung bertahun-tahun, Pemerintah Kota Ambon seolah menutup mata dengan kejadian tersebut. “Kondisi ini sangat merusak lingklungan dan membahayakan kesehatan warga di sini. Jalan sepanjang 200 meter juga rusak akibat tumpukan sampah dalam jumlah besar,” katanya.
Warga di kawasan itu telah berulang kali menyampaikan hal itu ke Pemerintah Kota Ambon, namun pembungan sampah secara sembarangan tetap saja berlangsung tanpa ada pengawasan. “Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk protes agar semua pihak khususnya pemerintah kota bisa membuka mata terhadap masalah ini, karena ini bukan lokasi tempat pembuangan sampah,” kecam Rizal.




