banner 728x250

Satu Napi Lapas Ambon Meninggal Terpapar Covid-19

  • Bagikan
ilustrasi pemakaman pasien Covid-19 di TPU Hunuth, Kota Ambon. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR. COM – JL, seorang narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon meninggal dunia terpapar Covid-19, Jumat (16/7/2021).

Pria 63 tahun itu menempati blok khusus untuk perkara korupsi bersama dua napi lainnya. JL tutup usia di RSUD dr. M. Haulussy, Kota Ambon.

Mantan Kepala PDAM Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) ini sebelumnya mengalami sakit pada Kamis (15/7/2021).

Sempat mendapat tindakan di Poliklinik Lapas, JL dibawa ke Rumah Sakit Otto Kuyk, Passo.

Oleh dokter RS Otto Kuyk, JL dirujuk ke RSUD dr. M. Haulussy, kawasan Kudamati Ambon. Tapi nyawa JL tidak tertolong, dia meninggal dunia Jumat (16/7/2021) pagi.

“Di RSUD Haulussy saat rapid antigen (JL) positif, lalu mereka (tenaga medis) melakukan PCR,” kata Kepala Lapas Ambon, Saiful Sahri dihubungi sentraltimur.com, Sabtu (17/7/2021).

Lapas Ambon menghubungi keluarga JL saat ditangani medis RSUD Haulussy. “Kita hubungi keluarga almarhum dan mereka datang,” katanya.

Saiful mengaku heran JL divonis positif Covid-19. Pasalnya, selama wabah corona, Lapas Ambon ketat menerapkan protokol kesehatan.

“Semua titik sudah kita maksimalkan. Mereka (narapidana) ini rata-rata punya penyakit bawaan,” ujar Saiful.

Saiful katakan JL yang masuk kategori Lansia sudah divaksinasi Covid-19 tahap satu. “Sekarang mau vaksin tahap dua, tapi Dinas Kesehatan tenaga medisnya masih sibuk, tapi sudah diagendakan (vaksinasi tahap dua),” katanya.

Pandemi corona kata Saiful, kesehatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) usia Lansia sangat diperhatikan. Setiap minggu, menjalani pemeriksaan rutin sebanyak tiga kali.

“Kita rutin cek up darah dan segala macam,” katanya.

Musim hujan di kota Ambon, para lansia rawan terserang penyakit. “Kita kencangkan kondisi mereka dengan vitamin C, musim hujan ini (kesehatan) memang rawan,” terangnya.

Kepala Rutan Piru ini juga mengaku, Lapas Ambon rutin penyemprotan disinfektan di setiap hunian para napi.

“Satu minggu dua kali penyemprotan, bagikan masker juga. Anggaran Covid-19 sudah kita maksimalkan, tempat cuci tangan, semua sudah kita siapkan. Protokol kesehatan sudah kita laksanakan,” ujar Saiful.

Dia bilang, jauh sebelum JL meninggal akibat Covid-19, Lapas Ambon telah meminta Dinas Kesehatan Kota Ambon melalui Puskesmas Passo swab PCR warga binaan Lapas.

Penulis: ARTANABILEditor: YANTO
  • Bagikan