banner 728x250

Sembuh dari Covid-19 Wali Kota Ambon Mulai Berkantor, Ini Pesannya

  • Bagikan
Sembuh dari
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy. (FOTO: SENTRALTIMUR.COM)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mulai berkantor setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Perdana melaksanakan aktivitasnya di Balai Kota Ambon, Senin (23/8/2021), Richard terlihat sehat.

“Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kurang lebih tiga minggu saya beristirahat, di rumah sakit maupun di rumah. Hari ini saya bisa kembali melayani masyarakat seperti biasa,” kata Richard kepada wartawan.

BACA JUGA:

Jaksa Periksa Mantan Sekot Ambon Pekan Depan, Kasus Apa? – sentraltimur.com

Kaum Muda Cenderung Alami Gejala Ringan untuk Varian Omicron – kliktimes.com

Orang nomor satu di Kota Ambon ini positif Covid-19 pada 27 Juli 2021 lalu bersama istrinya Debby Louhenapessy dan seorang anaknya.

Menjadi penyintas Covid-19, Richard mengaku menjadikannya sebagai pengalaman berharga, serta lebih hati-hati dalam melaksanakan rutinitasnya.

“Tentunya dengan itu pengalaman yang berharga bagi saya untuk lebih hati-hati, sekaligus untuk menjustifikasi kepada publik bahwa berita-berita hoax tentang covid ini sama sekali terbantahkan,” terangnya.

Mantan Ketua DPRD Maluku ini mengakui keberadaan covid-19. Dia mengimbau masyarakat lebih hati-hati dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi memang betul, saya rasakan, saya alami sendiri, dan saya mau mengimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati dan betul-betul mengutamakan protokol kesehatan,” ujar politisi Golkar ini.

Pengalamannya menjalani karantina terpusat di RSUP Dr. Johanes Leimena Ambon selama dua pekan lanjutkan isolasi mandiri di rumah diharapkan tidak dialami masyarakat.

“Sebetulnya seminggu yang lalu CT saya sudah tinggi sekali, sudah hampir 40. Secara medis sudah memungkinkan untuk beraktivitas, tapi hasilnya masih positif (covid-19),” katanya.

Meski dokter sudah mengizinkan beraktivitas dengan mengedepankan protokol kesehatan ketat, namun Richard menolak karena akan menjadi pembicaraan yang tidak mengedukasi masyarakat.

“Cuma saya tidak mau karena bisa saja itu digoreng, dibully dan tidak mengedukasi bagi masyarakat, sampai betul-betul dari laboratorium BTKL jelaskan. Sehingga hari Senin saya mulai beraktivitas melayani masyarakat,” ujar Richard. (ANA)

  • Bagikan