AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Sekretaris DPW PPP Maluku Rovik Akbar Afifudin mengingatkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath jika terpilih rutin ngantor di kantor gubernur. Tidak malas masuk kantor seperti pemimpin sebelumnya.
Hal itu disampaikan Rovik saat kampanye pasangan Hendrik-Abdullah di kawasan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Senin (14/10/2024).
“Saya mau bilang ke Pak HL-AV, jika kalian terpilih di Pilkada Maluku 2024, ingat ada kantor gubernur sebagai tempat berkantor,” kata Rovik disambut tepuk tangan ratusan pendukung yang hadir.
Menurutnya, kantor gubernur dibangun pemerintah sebagai tempat berkantornya seorang pemimpin yang dipilih oleh rakyat dalam Pemilu. Ironisnya, yang terjadi di Maluku lima tahun terakhir tidak demikian.
Mirisnya, ruang kerja gubernur Maluku kerap dibiarkan kosong. Gubernur yang dipilih rakyat malah jarang berkantor.
Menurut Rovik, seorang pemimpin daerah wajib untuk menjaga wibawa dan martabat sebagai pemimpin, dan hal itu harus tercermin dari sejauh mana pemimpin menunjukkan dedikasi dan tanggung jawabnya untuk mengabdi kepada masyarakat termasuk rajin masuk kantor.
Anggota DPRD Maluku ini menegaskan pemimpin wajib berkantor agar para pegawai dan birokrat maupun masyarakat tahu jika pemimpinnya telah menjalankan tugasnya sebagai gubernur. “Ini bukan rahasia umum. Kita tahu benar bahwa pimpinan yang kemarin malas berkantor di kantor gubernur,” sentilnya.
Rovik lantas meminta Hendrik Lewerissa tidak menetap di rumah pribadinya jika dipilih oleh rakyat menjadi seorang gubernur Maluku. “Rumah dinas gubernur ada di kawasan Mangga Dua Kota Ambon. Saya tidak mau Pak Hendrik ketika terpilih menjadi gubernur Maluku, tinggal di rumah pribadinya seperti pimpinan yang lama,” ujar Rovik mengingatkan.
Dalam kampanye itu, Rovik mengajak masyarakat Maluku memilih HL-AV, paslon nomor urut 3 sebagai gubernur dan wakil gubernur Maluku periode 2024-2029.
Menurutnya Maluku saat ini sangat terpuruk dan membutuhkan seorang pemimpin yang dapat mengurai semua masalah yang dihadapi oleh masyarakat. “Maluku kini berada dalam himpitan kesengsaraan. Untuk keluar dari masalah ini, maka jawabnya pemimpin yang cerdas yang harus pimpin Maluku, dan itu ada di Pak Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath,” tegas dia.




