banner 728x250

Takut Tsunami, Warga 3 Desa di Amalatu SBB Mengungsi ke Gunung

TAKUT TSUNAMI
Warga tiga desa di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, mengungsi ke sejumlah lokasi di kawasan dataran tinggi usai gempa pada Jumat malam (4/7/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Warga tiga desa di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku kini mengungsi ke sejumlah lokasi di kawasan dataran tinggi usai gempa pada Jumat malam (4/7/2025).

Warga yang mengungsi ke wilayah pegunungan mendirikan tenda-tenda darurat setelah rentetan getaran gempa susulan terus mengguncang wilayah tersebut.

Adapun warga tiga desa yang kini mengungsi ke lokasi pegunungan yakni warga Desa Latu, Hualoy dan Tomalehu. Hingga Sabtu (5/7/2025) banyak warga masih terus bertahan di lokasi pengungsian dan sebagian warga mendirikan tenda darurat.

“Sampai siang ini banyak sekali warga masih berada di lokasi pengungsian,” kata Camat Amalatu Rafly Alydrus kepada sentraltimur.com, Sabtu (5/7/2025).

Warga membangun tenda darurat secara mandiri di hutan dan daerah pegunungan yang dijadikan lokasi pengungsian. “Warga mengungsi karena takut datangnya gelombang tsunami dan takut tertimpa reruntuhan rumah, karena banyak rumah sudah retak,” ujar Rafly yang berada di lokasi pengungsian.

Warga memilih mengungsi ke lokasi aman karena gempa di wilayah tersebut masih terus terjadi dan dirasakan guncangannya. “Setiap hari kita merasakan getaran gempa di sini, kita takut jangan sampai ada gempa besar yang bisa memicu tsunami,” kata Hafid Patty warga Desa Latu.

Senada, Nurdin Tubaka Warga Desa Hualoy menuturkan sejak semalam warga di desa Hualoy dan Tomelahu mengungsi ke dataran tinggi.

Hari ini banyak warga di dua desa bertetangga tersebut mendirikan tenda-tenda darurat untuk mengungsi ke lokasi pegunungan. “Sejak tadi malam sudah mengungsi, dan pagi ini banyak warga yang sudah ke hutan bikin tenda-tenda darurat untuk mengungsi di sana,” katanya.

Kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ambon Djati Cipto Kuncoro mencatat gempa yang terjadi di Kecamatan Amalatu sejak 22 Juni hingga saat ini telah lebih dari 80 kali. “Kita sudah buat pemetaan, sejak 22 Juni itu ada gempa magnitude 4,9 dan tadi malam juga kekuatannya sama. Nah, ini kami coba memonitor dan total sudah lebih 80 kali gempa di wilayah Amalatu baik di bawah 3 magnitudo maupun 4,9 magnitudo,” ungkapnya kepada sentraltimur.com.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram