banner 728x250

Temui PLN, Komisi II DPRD Dorong Seluruh Desa di Maluku Terang

KOMISI II
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Komisi II DPRD Provinsi Maluku melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) pada Kamis (20/8/2026).

Dalam RDP, Komisi II DPRD Maluku menyampaikan salah satu persoalan penting yang sampai hari ini masih dirasakan oleh masyarakat Maluku, khususnya yang tinggal di pulau-pulau, daerah terpencil dan wilayah yang sulit dijangkau jaringan listrik.

Data yang disampaikan Komisi II masih terdapat 97 desa di Maluku yang belum menikmati listrik, yaitu Kabupaten Kepulauan Aru sebanyak 66 desa, Kabupaten Maluku Barat Daya 9 desa, Kabupaten Kepulauan Tanimbar 8 desa, Kabupaten Maluku Tenggara 4 desa. Berikut Kota Tual 3 desa, Kabupaten Seram Bagian Timur 3 desa, Kabupaten Maluku Tengah 3 desa, dan Kabupaten Buru 1 desa.

Anggota Komisi II DPRD Maluku, Anos Yeremias berharap tahun 2027 seluruh desa di Maluku harus terang. “Puji Tuhan usulan tersebut mendapat respons positif dari pimpinan PT PLN Pusat,” ujar sekretaris DPD Partai Golkar Maluku ini.

PLN menyampaikan komitmen bahwa tahun 2027 seluruh desa di Maluku ditargetkan sudah mendapatkan pelayanan listrik. “Untuk desa-desa yang secara teknis tidak memungkinkan dibangun jaringan PLN termasuk karena berada di kawasan hutan, kondisi geografis yang sulit maupun berada di pulau-pulau tertentu, PLN akan menggunakan solusi pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS,” sebutnya.

Anos mencontohkan Desa Wadankou di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang akan ditangani melalui solusi PLTS. Demikian pula Desa Nurkat, satu-satunya desa di Pulau Maru, direncanakan akan dibangun PLTS. “Desa-desa lain yang memiliki karakteristik dan kendala serupa juga akan ditangani dengan pendekatan yang sesuai dengan kondisi wilayahnya,” ungkapnya.

Komisi II juga menyampaikan kepada PLN masyarakat di pulau-pulau membutuhkan pelayanan listrik yang lebih lama dan lebih baik. “Pimpinan PLN pusat merespons bahwa saat ini terdapat 37 sistem kelistrikan di Maluku yang masih beroperasi 12 jam, dan akan segera ditingkatkan menuju 24 jam operasi,” jelasnya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram