banner 728x250

Termakan Hoaks, Korban Gempa di MBD Pilih Bertahan di Gunung

  • Bagikan
GEMPA MBD
Bantuan tanggap darurat dari BPBD Provinsi Maluku disalurkan kepada korban gempa di kabupaten Maluku Barat Daya, Minggu (15/1/2023). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Enam hari setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah kabupaten kepulauan Tanimbar dan kabupaten Maluku Barat Daya, ratusan warga masih memilih bertahan di pegunungan.

Warga di desa Watuwey, kecamatan Dawelor, kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) memilih mengungsi di kawasan pegunungan. Mereka mendirikan tenda darurat di kawasan tersebut. Selain karena rumah mereka rusak akibat gempa, banyak dari warga memilih mengungsi karena masih trauma.

“Sampai hari ini warga masih mengungsi di gunung,” kata Yohanes salah satu warga setempat saat dihubungi dari Ambon, Selasa (17/1/2023).

Warga di desa itu belum berani kembali ke desanya karena masih merasa trauma dengan kejadian gempa yang terjadi. Desa Watuwey menjadi desa paling parah di MBD yang terdampak gempa magnitude 7,5 di wilayah tersebut.

“Rumah-rumah juga rusak, mau turun juga mau tinggal di mana, apalagi masih merasa takut,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) MBD James Likko mengakui masih ada sebagian warga di desa Watuwey yang mengungsi di lokasi pegunungan. Alasannya warga masih trauma dan sebagian warga lagi belum mau kembali karena termakan hoaks atau kabar bohong yang disebarkan pihak tidak bertanggung jawab.

“Betul. Tadi saya konfirmasi ke sana (Watuwey) itu memang masih ada warga yang mengungsi di pegunungan. Selain mengaku masih trauma juga karena ada pihak tidak bertanggung jawab yang menyebarkan hoaks jadi warga ini termakan hoaks,” katanya.

BPBD telah berulang kali meminta warga untuk kembali ke desa, namun saat ini ada sebagian warga yang masih tertap bertahan di pegunungan. “Sebagian memang sudah turun, tapi sebagian masih tetap di lokasi pengungsian,” ujar James.

Terkait dengan beredarnya hoaks tentang kemungkinan masih ada bencana di desa tersebut, dia mengimbau warga tidak mempercayainya, sebab hal tersebut merupakan isu yang sangat menyesatkan.

Dia meminta warga di desa itu agar sebaiknya menyaring setiap informasi yang diterima, khususnya soal informasi bencana dan kegempaan.

“Sekali lagi kami mengimbau warga agar jangan percaya hoaks. Percayalah informasi dari sumber terpercaya dalam hal ini instansi berwenang seperti BMKG, BPBD, TNI Polri  dan pemerintah daerah,” pintanya.

Penyaluran Bantuan

Menurut James penyaluran bantuan tanggap darurat ke desa-desa dan kecamatan terdampak gempa di wilayah itu berjalan lancar.

  • Bagikan