banner 728x250

Tes Ombak Pilgub Maluku 2031, Wacana Duet Arnold Ritiauw-Thaher Hanubun Mulai Mencuat

PILGUB MALUKU
Ilustrasi Pilkada serentak. (IST)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Pilkada gubernur Maluku masih lima tahun lagi, namun nama sejumlah figur potensial mulai bermunculan.

Suhu politik mulai menghangat dengan mengemukanya wacana pasangan Mayjen TNI (Purn.) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw dan Muhammad Thaher Hanubun. Kombinasi figur tokoh militer-birokrasi nasional dan senior eksekutif daerah ini dinilai menjadi salah satu kekuatan potensial dalam kontestasi mendatang.

Arnold lulusan Akmil tahun 1991, kelahiran Teon Nila Serua, kabupaten Maluku Tengah. Pria kelahiran 10 Maret 1969 ini memiliki rekam jejak panjang di lingkungan TNI-AD dan pasukan elite Kopassus. Ia pernah mengemban sejumlah jabatan strategis seperti Danrem 151/Binaiya, Gubernur Akademi Militer hingga Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi Lemhannas sebelum akhirnya pensiun. Sejak 1 Mei 2026, Arnold Ritiauw menjabat Direktur Jenderal Sumber Daya Air di Kementerian Pekerjaan Umum.

Sementara, Thaher Hanubun memiliki modal politik yang sangat matang. Rekam jejak sebagai Bupati Maluku Tenggara dua periode dan pengalaman legistatif sebagai mantan anggota DPRD Provinsi Maluku. Basis sosialnya yang kuat di wilayah Kepulauan Tenggara Maluku juga menjadi fondasi penting yang layak diusung di Pilgub Maluku 2013.

Meski karier militer lebih banyak di luar Maluku, sebagai eks Danrem 151/Binaiya, Kodam XV Pattimura, Arnold Ritiauw memegang basis keterikatan di Pulau Seram, Maluku Barat Daya hingga Kota Ambon.

Pengamat politik lokal menilai pasangan ini memiliki nilai tawar tersendiri berkat perpaduan pengalaman kepemimpinan sipil dan disiplin ketokohan militer. “Sinergi rekam jejak birokrasi daerah dan jejaring strategis di pusat menjadi modal kuat untuk mendorong agenda pembangunan infrastruktur serta stabilitas kawasan,” ungkap Iksan salah satu pemerhati politik daerah di Ambon, Sabtu (19/9/2026).

Iksan meyakini perpaduan antara figur berlatar belakang militer dan birokrat atau politisi sipil dianggap menghadirkan keseimbangan strategis apalagi untuk Maluku yang memiliki karakteristik berbeda.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram