banner 728x250

Tiga Titik Bencana Longsor di Ambon: Gunung Malintang, Ongkoliong dan Desa Ema, Bangunan Rusak hingga Jalan Ditutup

BENCANA LONGSOR
Longsor menerjang kawasan Gunung Malintang, kecamatan Sirimau, kota Ambon, Sabtu (16/8/2025). (SENTRALTIMUR.COM/RAHMAN)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Musibah tanah longsor terjadi di tiga titik di Kota Ambon, Sabtu (16/8/2025).

Bencana longsor menerjang kawasan Gunung Malintang, Ongkoliong dan Desa Ema. Tak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden itu.

Longsor di kawasan Gunung Malintang, empat bangunan kios milik warga rusak parah tertimpa material longsor. “Kejadian pagi tadi saat hujan deras,” kata Fatma salah satu warga Gunung Malintang kepada sentraltimur.com, Sabtu.

Akibat musibah tersebut, warga terpaksa menutup ruas jalan di kawasan tersebut, sebab khawatir bekas longsoran menyebabkan tanah menjadi labil. “Sementara jalan ditutup karena lokasi longsor tepat di dekat bibir aspal turun ke bawah tebing, jadi takutnya tanah masih labil,” ujarnya.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon Frits Tatipikalawan mengatakan empat bangunan kios semi permanen rusak dalam bencana longsor di kawasan Gunung Malintang.

Setelah mendapat laporan, personel BPBD mendatangi lokasi longsor untuk melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan ketua RT setempat. “Dua petugas langsung turun ke sana dan kita telah mengarahkan ketua RT untuk mengambil bantuan di kantor Wali Kota Ambon,” kata Frits kepada sentraltimur.com.

BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Ambon terkait kejadian itu. Koordinasi dilakukan untuk penanganan kondisi jalan terdampak longsor. “BPBD sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR karena mereka yang lebih  paham tentang beban jalan dan kita mengharapkan agar PUPR bisa melihat dan mengambil tindakan penanganan,” ungkapnya.

Selain itu sebagai langkah penanganan, BPBD Kota Ambon telah menyalurkan bantuan berupa empat lembar terpal dan makanan siap saji bagi warga yang terdampak longsor di kawasan itu. “Untuk warga yang mengungsi akibat longsor ada satu keluarga berjumlah tiga orang, salah satunya balita,” ujar Frits.

Frits memastikan sejauh ini pihaknya belum mendapat laporan mengenai korban dalam musibah tersebut. Hasil analisa BPBD, longsor di kawasan Gunung Malintang akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram