banner 728x250

Usulan Nama Penjabat Bupati & Wali Kota Oleh Gubernur Maluku Ditolak Presiden

  • Bagikan
Penjabat Bupati
Ilustrasi penjabat kepala daerah. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Siapa penjabat tiga bupati dan satu wali kota di Maluku akhirnya terjawab.

Tim penilai akhir (TPA) yang diketuai Presiden Joko Widodo telah memutuskan empat nama penjabat kepala daerah di Maluku.

“Sudah diputuskan dalam sidang TPA yang dipimpin Pak Presiden,” kata sumber sentraltimur.com di Kementerian Dalam Negeri, Kamis (12/5/2022) malam.

Kemendagri telah menerima usulan nama-nama calon penjabat kepala daerah di Maluku. Tiga bupati di Maluku, yakni kabupaten Buru, Seram Bagian Barat dan Kepulauan Tanimbar akan berakhir masa jabatan pada 22 Mei mendatang. Begitu juga wali kota Ambon.

BACA JUGA:

Jadi Tersangka Korupsi, Harta Wali Kota Ambon Rp12,4 Miliar – sentraltimur.com

Pemerintah Naikkan HET Minyak Goreng, Anggota DPR RI Mulyanto Sebut Kebijakan Amatiran – kliktimes.com

Sebanyak 12 nama penjabat kepala daerah dari tiga kabupaten dan satu kota di Maluku telah diusulkan Gubernur Maluku Murad Ismail ke Kemendagri sebelum 9 Mei 2022.

Nama calon penjabat telah diserahkan Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian ke TPA. Menariknya dari 12 nama yang diusulkan gubernur ke Kemendagri diabaikan oleh TPA.

Sidang TPA digelar sebelum Jokowi bertolak ke Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (10/05/2022). Di negara Paman Sam, Jokowi menghadiri pertemuan KTT Khusus ASEAN-AS atau ASEAN-US Special Summit (AUSS).

“Iya sudah diputuskan sebelum pak presiden berangkat ke Amerika Serikat,” ungkapnya.

Dia mengatakan sidang TPA telah memutuskan 5 penjabat gubernur dan 44 penjabat bupati dan wali kota menggantikan kepala daerah yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2022.

Kelima penjabat gubernur ini akan bertugas di Banten, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Gorontalo, dan Papua Barat. “Iya semuanya diputuskan bersamaan dalam sidang TPA,” kata sumber.

Alasan 12 nama yang diusulkan gubernur Maluku diabaikan TPA kata sumber, karena tidak memenuhi persyaratan. “Semua (12 nama) yang diusulkan pangkat 4C. Dan jenjang karier, pengalaman tak penuhi syarat. Mereka tidak dipilih karena tidak sesuai espektasi yang diingkan TPA,” ujarnya.

Tak Penuhi Persyaratan

Dia mengaku heran gubernur Maluku tidak mengusulkan pejabat aparatur sipil negara (ASN) yang kepangkatan maupun jenjang karier memenuhi persyaratan. “Setahu saya cukup banyak kok pejabat ASN di Maluku yang pangkatnya 4D, tapi kenapa tidak diusulkan,” herannya.

  • Bagikan