banner 728x250

Wabup Malra: AMGPM Mitra Strategis Pembinaan Generasi Muda

GENERASI MUDA
banner 468x60

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Konferensi Daerah (Konferda) X Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) bukan sekadar agenda internal organisasi, melainkan momentum strategis untuk membentuk kader muda gereja yang berkualitas, berintegritas, dan mampu memberikan dampak positif dalam menghadapi pesatnya perubahan zaman.

“AMGPM merupakan wadah pembinaan generasi muda Kristiani yang terbukti menjadi pelopor, penggerak, sekaligus penjaga nilai-nilai kekristenan yang inklusif dan penuh kasih,” ujar Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam membacakan sambutan Bupati pada pembukaan Konferda X di Gereja Ebenhaezer Jemaat GPM Elaar, Minggu (16/11/2025).

AMGPM selama ini telah menjadi mitra penting pemerintah daerah dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat moralitas, dan menumbuhkan kesadaran sosial di tengah masyarakat.

Di tengah tantangan globalisasi, kemajuan teknologi, dan persoalan sosial yang semakin kompleks, pemuda gereja dituntut tampil dengan kualitas iman, intelektual, dan kepedulian yang kokoh.

Melalui Konferda X, seluruh peserta diharapkan mampu merumuskan langkah strategis untuk mempertegas arah pelayanan dan pengembangan organisasi ke depan.

Selain itu, dia berharap proses pemilihan kepengurusan AMGPM dapat berjalan damai, jujur, dan penuh persaudaraan sehingga melahirkan pemimpin muda yang visioner, berintegritas, dan berkomitmen melayani gereja dan masyarakat.

Komitmen Pemkab Malra terus membuka ruang kolaborasi dengan AMGPM dalam berbagai sektor, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi kreatif, literasi digital, pembinaan mental, spiritual, hingga program sosial yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami percaya pemuda gereja mampu menjadi agen transformasi yang membawa perubahan positif di tengah kehidupan masyarakat Kei,” ujar Charlos.

Dia mengajak AMGPM terus menanamkan nilai-nilai kearifan lokal seperti ain ni ain, yang menjadi fondasi persatuan dan kebersamaan masyarakat Kei. Nilai ini, menurutnya, merupakan kekuatan moral yang menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram